corona-in-sudan

Bekerja Dari Rumah Sambil Menjaga Kewarasan

Saya masih bekerja di pabrik, namun hari ini ada kebijakan baru untuk menambah hari libur dari 1 hari libur per minggu, menjadi 2 hari libur per minggu.

Kebijakan penambahan hari libur adalah keputusan dari manajemen hingga pandemik COVID-19 di Sudan mereda. Sudan sendiri sudah menerapkan jam malam. Warga dilarang keluar rumah dari jam 18.00 petang hingga jam 06.00 pagi.

Baca juga tulisan saya sebelumnya tentang Update CoronaVirus di Sudan.

Sudanese Health Minister Akram Ali Al-Tom speaks during a press conference in Khartoum, Sudan, Friday, March. 13, 2020. Sudan reported its first case of the coronavirus , a person who had already died. (AP Photo/Marwan Ali)

Polisi berjaga di jalan protokol dan menghimbau warga yang masih berkeliaran untuk segera pulang ke rumah. Polisi membaca senjata, tongkat bahkan pecut untuk memaksa warga pulang ke rumah.

Hari ini saya pulang agak terlambat. Biasanya jam 17.00 saya sudah sampai rumah. Hari ini karena harus mengantar pesanan mie instan ke rekan sejawat Buruh Migran Indonesia (BMI) di Sudan, saya harus pulang agak terlambat. Jam 18.00 saya masih berada di jalan dan melihat para polisi ini berjaga di perempatan dan mulai melakukan penertiban.

Lukisan Monalisa menggunakan masker
Lukisan Monalisa menggunakan masker.
Sumber gambar : Sumanley xulx from Pixabay.

Keadaan Sudan Terkini – April 2020

Keadaan di Sudan memang semakin memburuk. Semenjak pergantian tampuk kepemimpinan ke Transitional Council, yang mana dipimpin oleh Perdana Mentri Abdalla Hamdouk, Sudan belum menunjukkan perkembangan berarti.

Hingga kini rate USD-SDG berada di angka 12.000 SDG/100 USD. Sebagai perbandingan bahwa tahun lalu rate USD-SDG berada di angka 6.900 SDG/100 USD. Artinya mata uang SDG semakin melemah hingga 100% dibanding tahun sebelumnya.

Harga mie instan pun semakin naik. Harga bahan baku semakin meningkat. Perusahaan butuh profit supaya tetap berdiri. Hingga saat ini saya masih bekerja di pabrik mie instan milik Indonesia di Sudan.

corona-in-sudan
COVID-19
Sumber gambar: Vektor KunstiXimus from Pixabay

Bekerja dari Rumah

Bekerja dari rumah atau istilahnya work from home adalah salah satu solusi untuk mengurangi frekuensi pertemuan antar orang. Jadi memang orang-orang disengaja supaya tidak bertemu dengan rekan kerjanya.

Tentu saja tidak semua orang dan tidak semua posisi bisa bekerja dari rumah. Satpam, teller bank, customer service, kasir, pramusaji, dan lainnya adalah beragam posisi yang mengharuskan orang harus hadir dan bekerja di tempat.

Pakailah penutup mulut dan hidung ketika keluar rumah
Pakailah penutup mulut dan hidung ketika keluar rumah
Sumber gambar : cromaconceptovisual from Pixabay

Lain halnya dengan software engineer, admin toko daring, manager, bahkan direktur utama, mereka tidak harus hadir di tempat. Tugas mereka hanya memastikan bahwa pekerjaan dari para karyawan di tingkat operatif berjalan dengan lancar dan tidak terganggu. Apabila para direktur ini pergi ke planet Mars pun tidak masalah, yang penting pekerjaan di level operasional tetap berjalan lancar.

Itulah yang membuat teman-teman saya yang menjadi operator, stock keeper, sales engineer, tukang sablon, dan sebagainya, mereka harus tetap bekerja di tengah wabah Corona ini. Apabila mereka tidak datang, aktifitas produksi akan terhenti. Lain halnya dengan direktur, mereka tiada pun, aktivitas produksi akan tetap berjalan.

Saya sendiri saat ini masih bekerja di pabrik. Setiap hari harus berangkat pukul 09.00 pagi dan pulang jam 17.00 sore. Tidak ada yang namanya istilah work from home kecuali saya sedang sakit.

work-from-home-in-sudan
Work from home in sudan
Sumber gambar : Joshua Miranda from Pixabay

Berpikir Positif Adalah Kunci

Apabila keadaan semakin memburuk. Pandemik COVID-19 semakin meluas di Sudan, bukan tidak mungkin akan ada larangan untuk orang-orang bekerja. Terkecuali untuk perusahaan-perusahaan makanan yang mana hasil produksinya dibutuhkan masyarakat untuk dikonsumsi.

Hal-hal yang sudah saya lakukan saat ini dalam rangka menanggulangi wabah virus Corona adalah sebagai berikut.

  1. Tetap memantau perkembangan terkini terkait Coronavirus di Sudan dan di Indonesia. Ini membuat saya selalu berpikir rasional dan tidak terlalu khawatir.
  2. Memantau kapan bandara di Khartoum akan dibuka. Saya sendiri merencakan untuk pulang ke Indonesia apabila wabah ini sudah mereda.
  3. Berkarya dan bekerja dari rumah. Baik itu yang berhubungan dengan pekerjaan terkait pengiriman finished goods mie instan ke cabang-cabang yang ada di daerah, maupun berkarya dalam hal ini menulis blog.
  4. Menjaga kebersihan diri. Mandi dua (2) kali sehari. Mencuci baju yang baru saja dipakai bekerja di pabrik. Sering cuci tangan dengan sabun.
  5. Menjaga komunikasi dengan rekan-rekan yang ada di Indonesia maupun teman-teman di mancanegara. Bertanya apakah mereka baik-baik saja adalah upaya saya untuk tetap up to date.
  6. Berpikir positif, berolahraga ringan seperti push up, peregangan, dan sebagainya yang bisa dilakukan di dalam kamar.
  7. Berbelanja bahan makanan cukup sekali dalam seminggu. Kurangi konsumsi makanan olahan. Perbanyak makanan segar dalam bentuk sayur dan buah-buahan dan minum air mineral minimal 2 liter dalam sehari. Saya sendiri sudah tidak mengonsumsi mie instan selama dua (2) bulan.
  8. Konsumsi suplemen makanan. Dalam hal ini saya meminum satu sendok madu dengan dicampur air hangat setiap bangun pagi. Hal ini sudah rutin selama dua (2) bulan berturut-turut.

Untuk teman-teman saya, tetaplah jaga kesehatan kalian. Badai pasti berlalu.

Catatan : Beberapa gambar saya ambil dari website Pixabay.

Leave a Reply