Quotes

sajak pagi buta

suara adzan, menggelegar, Ia memintamu datang ke langgar. berisik suara jangkrik, disambut ayam berkokok, mentari di timur mulai elok. membuka mata, turun dari dipan, gontai menuju kamar pembuangan. rumahku, rumah kecil di tengah kebun pepaya, ia berkata, pagimu sudah datang, mari hapus ingatan semalam, masa depan jauh lebih indah dari impian.

Tidak apa-apa kalau hidupmu tidak dihargai, dikucilkan, atau bahkan dihinakan. Kesuksesan bukan terletak pada hal apa yang sudah kamu raih, menjadi apa, ternama atau tidak. Tapi bagaimana menjalani hidup ini dengan benar, itu sudah cukup untuk dinamakan sukses.

Tersenyumlah

Orang berkata, “Langit selalu berduka dan mendung.” Tapi aku berkata, “Tersenyumlah, cukuplah duka cita hanya ada di langit sana, tidak pada wajahmu.” Orang berkata, “Masa muda telah berlalu dariku.” Tapi aku berkata, “Tersenymlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya”. Orang berkata, “Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. Janji-janji menghianatiku ketika kalbu telah menguasainya. Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya.” Maka aku pun

doing good things berbuat baik

Berbuat baik jangan ditunda. Kalau bisa dikerjakan saat ini mengapa harus menunggu esok hari. Jangan menunggu jadi mampu baru memberi. Jangan menunggu suci baru berdoa pada Tuhan. Matahari mengajarkan kita untuk selalu berbagi pada sesama tanpa perlu meminta pamrih dari penerimanya. Ia bersinar, bahkan menurut buku fisika yang saya baca, matahari membakar dirinya sendiri. Kalau ia tidak membakar dirinya sendiri, ia sendiri malah akan mati. Bersinar sepanjang hari, bahkan ketika

Suatu Masa yang Penuh Kekhawatiran

Aku kawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keislaman. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis

Penyebab Doa Tidak Terkabul

Manusia adalah makhluk yang lemah. Membutuhkan bantuan dari-Nya, melalui doa-doa. Setiap hari kita pasti tidak pernah terlepas dari yang namanya doa. Bangun tidur berdoa, sekaligus bersyukur, karena sudah dibangunkan dari kematian yang seminar. Mau berangkat bekerja berdoa, supaya lancar di perjalanan. Naik sepeda motor/mobil/angkutan umum juga berdoa, agar selamat sampai tujuan, selamat sampai pulang ke rumah lagi. Begitulah setiap hari. Ada yang bilang, ucapan adalah doa. Maka berhati-hatilah. Setiap ucapan

Kabar Tentang Kematianmu

Apabila datang kabar tentang kematianmu, apa yang hendak engkau lakukan? Meninggalkan pekerjaanmu saat ini, lalu menjadi rajin pergi ke masjid? Meninggalkan tanggung jawabmu pada keluarga, pada bawahan dan atasan di tempat engkau bekerja. Atau tetap acuh, dan tetap melanjutkan aktivitasmu seperti biasa, atau bahkan semakin bermaksiat karena besok sudah tidak ada waktu lagi. Apabila datang kabar tentang kematianmu, akankah engkau akan menyedekahkan semua hartamu? Memberikan segala hal yang engkau punya,

Hatimu Adalah Wadah

Di tepi telaga yang tenang, seorang kakek tua sedang menikmati indahnya senja. Kakek tua tersebut didatangi seorang anak muda. Pemuda itu menceritakan semua masalah yang sedang dihadapinya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segelas air yang diberi segenggam garam. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya”, ujar Pak Tua. Anak muda tersebut menerima pemberian gelas dari Pak Tua. Ia agak ragu untuk meminumnya. Namun, tetap ia

Berdoa Di Kala Sehat Dan Sakit

Namanya manusia, sesehat apapun, serajin apapun ia berolahraga, serajin apapun ia memakan makanan yang bergizi, pastilah suatu saat akan jatuh sakit juga. Tidak mungkin tidak. Tubuh manusia adalah material yang memiliki keterbatasan. Tidak bisa dipaksa untuk bekerja terus menerus. Seperti halnya mesin, suatu saat bisa rusak, mur-nya kendor, pelumasnya habis, dan sebagainya. Dan butuh waktu untuk memperbaiki itu semua. Abdul A’la at-Taimi rahimahullah berkata: “Perbanyaklah memohon kesehatan kepada Allah ta’ala,

Anak Adalah Anak Panah, Orangtua Busurnya

Akulah anak panah, engkau, ayah ibu, engkaulah busur. Anakmu bukanlah anakmu. Dia adalah titisan sang maha hidup Kahlil Gibran Pernah saya mendengar cerita-cerita dari beberapa Sahabat mengenai kehidupannya sendiri, atau tentang kehidupan dari kerabatnya. Mereka bercerita bagaimana orangtua ikut menentukan, mengintervensi, bahkan cenderung memaksakan ego mereka terhadap si anak. Agak miris mendengarnya. Bukankah ketika seorang manusia sudah beranjak dewasa, ia bebas menentukan pilihannya? Memang benar, orangtualah yang telah membesarkan mereka, memberikan