Umm ad Dunya. Ibu Peradaban Dunia

sphinx and pyramids umm ad dunya

Siapa sangka di umur yang akan menginjak di angka 25 di 2015 ini Alloh dengan segala skenarionya memberikan kesempatan kepada saya untuk berkunjung ke Umm ad Dunya. Ya, inilah Mesir dengan segala peninggalan pra sejarahnya. Sungai Nil, Piramida, Sphinx, Obelisk, Terusan Suez, Luxor, Fayyoum, Aswan, Alexandria, dan berbagai tempat yang ada di tempat ini.

Setelah hampir 1 tahun tidak menulis blog, saya beranikan diri saya lagi untuk menulis blog. Blog ini merupakan media untuk berbagi mengenai catatan perjalanan saya di negeri para nabi ini. Negeri Umm ad Dunya, Ibu Peradaban Dunia.

Keberangkatan saya ke Mesir ini adalah dalam rangka mencari jodoh. Kenapa sampai jauh-jauh harus ke Mesir untuk mencari jodoh? Ya karena banyak orang bilang, orang Mesir itu cantik-cantik. Kecantikan Cleopatra yang tersohor itu mampu membuat Julius Cesar dan Mark Antony datang ke Mesir. Jadi, saya pun berniat seperti mereka berdua. Mencari gadis Mesir untuk saya bawa pulang. Hehehe..

Bercanda boy 🙂

Oke. Anggap obrolan tadi hanya basa-basi. Kedatangan saya kesini adalah dalam rangka tugas kerja. Atau lebih tepatnya jadi TKI. TKI ganteng lebih tepatnya. Jadi jangan heran kalau tahun depan bakal ada sinetron baru “Ganteng-Ganteng TKI”, hehehe..

Sebagian orang datang ke Mesir berstatus sebagai mahasiswa di Al Azhar, sebagian kecil sebagai turis, dan sebagian lagi sebagai TKW/TKI ilegal. Kenapa ilegal? Karena memang Mesir dan Indonesia tidak ada agreement dalam rangka soal tenaga kerja. Di Mesir sendiri masih banyak pengangguran, jadi buat apa pemerintah mengimpor tenaga kerja dari Indonesia. Jadi, kalau kalian dengar ada TKI/TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Mesir maka kalian bisa tanyakan ke mereka mengenai legalitasnya.

Untungnya, alhamdulillah. Saya berangkat dengan status legal 😀

Kebanyakan cerita saya nantinya seputar kehidupan keseharian di sini. Keseharian di lingkungan, di pabrik, di perusahaan, kehidupan bersama para mahasiswa Al Azhar, dan sebagainya. Bener gak sih kalau orang Mesir dan umumnya orang Middle East katanya taat beragama? Bagaimana sih sikap dan attitude orang Mesir ketika bekerja di perusahaan, rajin atau nggak. Satu per satu ya 😀

3 Comments


    1. Mba Devi, saya tinggal di Mesir selama 2 tahun. Banyak hal yang bisa dipelajari di sana. Tentang budaya orang Mesir: misalnya saja budaya minum teh. Namanya minum teh di Mesir itu pasti dalam keadaan panas. Jadi tidak ada namanya es teh di sana. Pengalaman lainnya yang paling seru menurut saya adalah kita bisa traveling ke seluruh Mesir. Di Mesir juga biaya hidup relatif murah, jadi tidak memberatkan.

      Reply

Leave a Reply