Kebun Wisata Petik Buah Jeruk di Purwokerto

buah jeruk sudah matang dan siap dipetik dari pohon

Kebun wisata petik buah jeruk di Purwokerto ini adalah kebun petik buah jeruk pertama yang ada di Purwokerto. Sebelumnya juga ada wisata petik buah yang serupa, yaitu petik buah stroberi di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga. Ada juga kebun buah di Botania Garden (Bogar) di Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Kebun wisata petik buah jeruk dikelola dengan nama Kebun Pak Tarso di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas (Purwokerto).

Kebun Jeruk di Purwokerto

Pengunjung yang datang bisa langsung memetik buah jeruk di kebun langsung. Jeruk yang dipetik adalah jenis jeruk manis. Yaitu jenis jeruk yang biasa dijual di pasar, toko buah, maupun jenis buah jeruk untuk membuat es jeruk di warung makan atau restoran. Selain itu, Kebun Pak Tarso juga mengelola kebun buaha Pepaya California, buah durian, dan singkong.

kebun wisata petik buah jeruk di purwokerto
Kebun wisata petik buah jeruk di Purwokerto

Kebun wisata Kebun Pak Tarso masih dalam tahap perkembangan. Jadi masih banyak bagian kebun yang masih dalam pembangunan. Namun, pengunjung bisa tetap berkunjung dan menikmati wisata petik buah, terutama buah jeruk, buah papaya California, dan buah durian.

“Buah yang dipetik bisa langsung dinikmati di kebun. Harganya pun tidak perlu menawar, karena di bawah harga pasaran. Ini adalah harga kulakan. Harga wholesaler. Pengunjung pun tidak dipungut biaya masuk. Cukup membayar buah yang dipetik saja”, ungkap Pak Tarso, pemilik sekaligus pengelola kebun.

Lokasi Kebun Wisata Petik Buah Jeruk di Purwokerto

Untuk mencapai Kebun Wisata Petik Buah Jeruk di Purwokerto ini, dari stasiun kereta api Purwokerto, pengunjung mengambil jalan ke arah barat menuju Ajibarang. Setelah melewati jembatan sungai Logawa dan sungai Mengaji, maka sampailah di Desa Karanggude. Di sinilah Kebun Wisata Petik Buah Jeruk ini berada.

Sampai di Desa Karanggude, tinggal cari saja Dusun Lenggerang. Dusun Lenggerang adalah lokasi tepat Kebun Wisata Petik Buah Jeruk ini berada.

Kalau masih bingung, silakan klik link berikut atau lihat Map di bawah ini.

Lokasi Kebun Wisata Petik Buah Jeruk di Purwokerto
Lokasi Kebun Wisata Petik Buah Jeruk di Purwokerto

Jalur menuju Kebun Pak Tarso bisa dilewati bus besar. Jarak dari jalan raya pun tidak jauh, hanya sekitar 1 km saja.

Desa Karanggude sendiri merupakan sebuah desa yang didominasi dengan pertanian padi, singkong, pepaya California, serta yang baru ini adalah jeruk manis. Jika panen raya tiba, harga buah-buahan bisa anjlog di kalangan petani.

Berdekatan dengan Kebun Wisata Petik Buah Jeruk ini terdapat komplek wisata dan outbond Candi di Desa Karangkemiri. Desa Karanggude sendiri belum memiliki wahana wisata sendiri. Ke depan mungkin bisa dibangun, mengingat ada sumber air besar berupa sungai Mengaji, sungai Cideng dan berbagai sungai kecil lain yang debit airnya bisa dimanfaatkan untuk usaha wisata perdesaan.

Sungai Mengaji di Karanglewas
Sungai Mengaji di Karanglewas

Keuntungan dengan adanya Kebun Wisata Petik Buah Jeruk ini tentu saja adalah konsumen/pengunjung. Mereka bisa membeli buah di kebun langsung dengan harga tengkulak. Hal ini bisa menghemat uang belanja dapur. Anak senang, ibu rumah tangga pun hemat.

Ke depan, dengan adanya pendampingan terhadap warga sekitar, Kebun Wisata Petik Buah Jeruk ini bisa dikembangkan menjadi kebun lainnya. Seperti singkong organik, peternakan ayam, peternakan kambing, peternakan sapi dan sebagainya.

Pak Tarso awalnya ragu untuk menerima kunjungan dari siswa sekolah maupun perguruan tinggi. Namun animo kunjungan yang tinggi dan keinginan untuk belajar, membuat beliau berani menerima kunjungan. Total sudah lebih dari 20 kunjungan dari berbagai kalangan. Buah jeruk manis bisa dipanen setiap hari, sehingga tidak aka nada masalah apabila pengunjung datang. Selain itu ada juga kebun pepaya California yang mana dapat dipanen juga setiap hari.

Pengunjung saat ini tidak dipungut biaya apapun apabila ingin belajar ke kebun. Namun apabila ingin menikmati dan memetik buah, maka ia akan dipungut biaya. Pengunjung tinggal memilih sendiri buah yang disukai, lalu tinggal ditimbang.

“Soal harga, kami pastikan di bawah harga pasar. Misalnya untuk jeruk manis, harga di pasar mungkin bisa mencapai Rp10.000,- per kg, namun harga di kebun bisa dibeli dengan harga Rp5.000,- per kg. Harga pepaya California di pasar mencapai Rp8.000,- per kg, harga di kebun cuma Rp4.000,- per kg. Harga tersebut adalah harga petik yang dijual ke tengkulak”, tutur Pak Tarso.

Kunjungan siswa TK ke Kebun Jeruk Pak Tarso
Kunjungan siswa TK ke Kebun Jeruk Pak Tarso

Saat ini, pengelolaan kebun masih di bawah pengawasan Pak Tarso langsung. Pengunjung bisa langsung menghubungi beliau apabila ingin berkunjung.

“Tidak perlu formal-formal. Apabila ingin berkunjung, langsung datang saja. Atau buat janji lewat telpon kapan mau datang. Nanti akan diajari cara budidayanya, cara memetik buah yang benar, serta tips dan triknya”.

“Ada caping, cangkul, sabit, dan pancong untuk belajar cara mengolah tanah. Ada juga gazebo untuk beristirahat apabila kelelahan. Sarana MCK sementara hanya ada di rumah, di kebun belum ada.”

Sejak mulai usaha perkebunan pepaya California di tahun 2007 dan kebun jeruk manis di tahun 2015, ada banyak pengunjung yang datang. Ada dari kalangan mahasiswa, dosen, siswa SMA, hingga murid TK. Ada yang datang ingin belajar budidaya, tugas kuliah, hingga untuk wisata petik buah.

Dukungan Pihak Luar

Saat ini Kebun Pak Tarso membutuhkan dari pihak luar untuk mengembangkan kebun yang ada sekarang. Di antaranya:

  1. Pelatihan manajemen usaha agrowisata

Usaha agrowisata adalah nilai tambah dari usaha pertanian. Petani bukan saja menanam, merawat dan memanen, namun juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Dalam hal ini agrowisata, perlu adanya dukungan dalam usaha agrowisata.

  1. Pemasaran produk organik dari Kebun Pak Tarso
  2. Promosi di dunia internet
    Kebun Pak Tarso mulai menuliskan pengalamannya melalui blog di : https://kebunpaktarso.blogspot.com/

Leave a Reply