Kerigan, Bentuk Kerja Bakti di Banyumas

kerigan kerja bakti di kabupaten banyumas

Siapa bilang kehidupan modern telah mengikis bentuk gotong royong di masyarakat? Siapa bilang kerja bakti sudah tidak ada? Reportase kegiatan kerigan berikut mungkin bisa menjadi bacaan yang menarik. Kerigan adalah istilah kerja bakti di Banyumas.

Minggu, 29 Desember 2013 kemarin telah dilaksakanan “Kerigan” – sebuah keyword yang berasal dari bahasa Banyumas yang artinya kerja bakti secara gotong royong. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RT 06 RW 03 Desa Karanggude Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang diikuti oleh hampir seluruh warga RT ini dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan adzan Dhuhur berkumandang atau sekitar pukul 12.00 WIB.

Kegiatan kerja bakti dimulai dengan membersihkan rumput-rumput di pinggir jalan. Rumput ini harus dicabut dan dibersihkan karena akar rumput dapat merusak kualitas aspal. Rumput tidak dibersihkan dengan rutin akan menyebar dan akarnya akan membuat aspal menjadi retak-retak. Bila aspal sudah retak lama-lama akan rusak dan menjadi berlubang.

Beberapa warga lain memangkas dahan yang menjulur di atas jalan. Sementara itu beberapa pemuda yang bertenaga besar mengaduk semen, pasir dan kapur yang selanjutnya digunakan untuk menambal bagian jalan yang berlubang. Sebagian pria-pria lain siap dengan ethok, alat untuk memasang adukan semen pasir.

Tips Melakukan Kerja Bakti di Banyumas
  1. Adakan rapat semalam sebelumnya. Rapat ini dilakukan untuk memetakan pekerjaan apa yang akan dilakukan esok hari. Siapa saja orang yang bertugas di sana harus jelas. Dengan rapat, diharapkan kerja bakti akan menjadi terarah.
  2. Membagi tugas secara adil sesuai kapasitasnya. Pemuda yang bertenaga besar bisa ditugaskan untuk mengaduk semen, memangkas dahan yang menaungi jalan, atau membersihkan got. Anak kecil dan manula bisa ditugaskan untuk mencabuti rumput. Golongan lainnya bisa membantu membuang sampah, mengecat dan membuat marka jalan, atau sekedar menyapu dengan sapu lidi.
  3. Ibu-ibu rumah tangga menyiapkan makanan dan minuman. Setiap 1 rumah membawakan 1 jenis cemilan, buah, atau minuman.
  4. Memberikan sanksi kepada warga yang tidak datang. Misalnya memberikan denda sebesar Rp 5000 dan naik menjadi Rp 10,000 apabila minggu berikutnya tidak datang. Apabila 3 kali tidak datang maka minggu berikutnya harus menjadi tuan rumah rapat RT. Hehe..
  5. Kerja bakti dilakukan secara bertahap. Pada minggu pertama dikhususkan pada ujung gang, minggu kedua di tengah kampong, minggu ketiga di lingkungan masjid, minggu ke empat di ujung gang. Begitu seterusnya secara rutin setiap seminggu sekali, atau dua minggu sekali.
  6. Lakukan evaluasi setelah selesai. Apa saja yang kurang dan perlu ditingkatkan.

Di era modern seperti ini, kerja bakti perlu sekali untuk digalakkan. Selain bertujuan merapikan lingkungan, kerja bakti juga sebagai ajang bersosialisasi. Siapa tahu kalua kamu ikut kerja bakti nanti kamu bisa ketemu jodoh kamu. Aihh.. pacar lima langkah deh, hihi..

Baca juga : Sejarah Kabupaten Banyumas

Leave a Reply