Langkah Dalam Membuat Blog

Typing machine

Langkah dalam membuat blog sebenarnya sangat sederhana. Apalagi sekarang ini masing-masing platform berlomba-lomba memberi kemudahan bagi (calon) penggunanya. Saya akan coba menjelaskan step by step dari mulai kita mengisi biodata hingga kita bisa mengisi blog kita dengan tulisan. Kalau mau lebih jelas lagi, kita bisa membuka Youtube dan mengikuti langkah-langkah yang ada untuk menjamin tidak ada salah langkah.

Sebelum kita lebih jauh membahas soal blog ini, saya ingin menjelaskan beberapa poin penting dalam membuat blog. Menurut pengalaman saya ada 5 langkah dalam membuat blog. Apa saja?

  1. Memilih platform. Kamu bisa memilih Blogspot, WordPress, Tumblr, atau menggunakan web publisher di kolom cpanel kamu (khusus pengguna hosting berbayar).
  2. Membeli hosting dan domain.
  3. Mengatur konfigurasi blog.
  4. Mulai mendesain blog.
  5. Mulai menulis konten.

Satu per satu akan kita bahas secara pelan-pelan. Mulai dari menentukan niche (tema apa yang akan dibahas di blog kamu: makanan, traveling, sastra, dll), menemukan pembaca blog, membangun jaringan pembaca, dan mulai mencari cara mencari uang dengan blog yang ada.

Harapannya, beberapa langkah dalam membuat blog ini bisa membantu teman-teman semua yang ingin menghasilkan uang lewat dunia internet, khususnya lewat blog.

Kalau bingung, jangan ragu untuk bertanya via email atau lewat kolom komentar.

wordpress-membuat-jadwal-menulis
Ilustrasi WordPress

Step 1: Memilih Domain dan Mengatur Hosting

Untuk mulai membuat blog, kita harus memilih platform. Atau alat yang bisa membantu kamu meng-upload content ke jaringan web.

Ada banyak blogging platform yang tersedia di dunia maya sana. Ada Blogspot, WordPress, Kompasiana, Tumblr, dan sebagainya. Blog yang teman-teman baca ini menggunakan WordPress. Saya juga punya satu blog lagi di Blogspot, yaitu Kebun Pak Tarso.

Semua platform blogging menawarkan kemudahan. Tinggal kamu sendiri saja yang menentukan, lebih nyaman pakai yang mana.

Satu lagi, semuanya juga gratis. Kecuali memang berniat untuk dikomersilkan, maka kamu perlu menyewa sebuah hosting. Ingat, hostingnya saja yang berbayar. Platform-nya pun masih gratis.

Saran saya, sebelum kamu menyewa hosting dan membeli domain, gunakan dulu saja yang gratisan. Baik itu Blogspot atau WordPress. Nanti kalau sudah tahu seluk beluknya, baru sewa hosting dan beli domainnya.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tenang saja, konten yang sudah kita buat di WordPress/Blogspot bisa kita download dan kita upload ulang. Tidak ada masalah berarti dengan itu.

Step 2: Memilih Domain dan Mengatur Hosting

Langkah dalam membuat blog selanjutnya adalah mulai membuat konten. Maka dari itu kita memerlukan sebuah domain (alamat blog) supaya bisa diakses oleh pengunjung. Sebagai contoh adalah blog saya ini: www.redhatblog.com. Setiap blog membutuhkan sebuah domain. Untuk mengetahui sebuah domain sudah dipakai orang atau belum, kamu bisa kunjungi www.checkdomain.com.

Secara umum, ada banyak hal yang bisa kita pertimbangkan untuk menentukan alamat sebuah domain. Beberapa diantaranya:

  • Human perspective – Domain mudah dibaca, mudah diucapkan, dan mudah diingat
  • Brand perspective – Domain harus unik, bisa merupakan nama kamu, nama usaha kamu, brand kamu
  • SEO perspective – Domain memakai kata kunci yang sering dicari oleh pengguna internet sehingga membantu blog kamu untuk dicari oleh Google
  • Legal perspective – Berhubungan dengan copyright atau hak cipta

Semua aspek ini bisa kamu baca lebih jelas pada tulisan saya sebelumnya mengenai 4 Hal Penting Dalam Menentukan Nama Domain. Saya menyarankan untuk membaca dulu supaya lebih paham dan tidak menyesal dalam memilih sebuah nama domain. Ibarat memilih nama bayi, domain ini akan kita pakai selamanya.

Harga sebuah domain tergantung bagaimana alokasi dana kamu. Ada domain yang sudah dibeli orang dan ditawarkan dengan harga selangit. Ada juga domain biasa-biasa saja, pokoknya mengandung unsur nama yang kamu mau, harganya pun normal. Pembayaran domain biasanya dibayar tahunan. Tagihan akan dikirim ke alamat email kamu kalau kamu sudah mem-bookingnya.

Kalau kamu masih bingung dimana mau membeli nama domain kamu, saya sarankan beli saja di ID Cloud Host. Saya pun membelinya dari sana. Kamu bisa klik tautan atau gambar di bawah ini.

Beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh ID Cloud Host, kamu bisa baca pada tautan berikut >> Keunggulan ID Cloud Host Dibanding Penyedia Domain dan Hosting Lainnya.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Step 3: Mengatur Hosting Blog

Menginstall WordPress di hosting amatlah mudah. Video tentang tata caranya pun bejibun ada di Youtube. Cari saja.

Kalau masih bingung, kamu bisa kirim chat ke bagian support system tempat dimana kamu memesan domain dan hosting milikmu. Saya pakai jasa dari ID Cloud Host. Di sana, tim support-nya sangat helpful dan siap membantu 24 jam non stop.

Ketika sudah selesai menginstall wordpress di hosting kamu, artinya kita sudah siap untuk mengisi blog kita dengan konten. Congratulations!

Step 4: Mendesain blog

Kalau ini adalah kali pertama kamu masuk ke dalam dashboard WordPress, kamu mungkin akan merasa asing. Namun tidak masalah, ini cuma masalah waktu. Lama-lama nanti juga terbiasa.

Bagi yang sudah biasa ngeblog pakai domain gratisan dari WordPress, saya yakin tidak akan ada masalah. Bagian dashboard-nya sama persis dengan dashboard di WordPress biasa.

Enaknya memakai WordPress adalah banyak sekali pilihan plugin yang tersedia. Plugin-plugin masing-masing ada fungsinya. Ada yang menampilkan data statistik, menu dan desain yang bagus, menyembunyikan url wp-admin, dan lain-lain.

Selanjutnya adalah tentang themes atau tema blog. Di sinilah kita akan mendesain dengan indah seperti apa tampilan blog yang baru saja kita buat ini. Beberapa themes menawarkan tampilan yang bagus, plugin yang keren namun kecepatan akses ke blog-nya jadi sedikit lebih lambat. Di sisi lain ada tampilan yang sederhana, tidak banyak kombinasi namun kecepatan akses menuju blog lebih cepat.

Lagi-lagi itu kembali ke kita sebagai pengelola blog. Mau yang bagus tapi lambat atau yang sederhana tapi cepat.

Kalau kamu serius membangun blog yang nantinya akan dibuat sebagai money maker machine, kamu bisa meng-hire seorang web designer. Semakin bagus desain yang dibuat, kelengkapan fiturnya, maka harga jasanya pun semakin mahal. Ono rego ono rupo.

Untuk permulaan, tak usah ambil pusing tentang themes. Ambil saja themes yang ada dan mulailah membuat konten pertama. Kalau konten sudah mulai banyak 5-10 tulisan, biasanya kita akan kepikiran themes apa yang cocok dengan tulisan kita ini.

Jangan lupa juga siapkan logo untuk blog kamu.

Step 5: Mulai membuat konten yang berguna bagi pembaca

Sampai pada langkah ke-5 ini, kita anggap bahwa kamu sudah punya domain, hosting dan sudah menginstall WordPress dan memilih theme pada blog kamu.

Selamat! Kamu sudah membuat blog. Tapi kamu belum menjadi seorang blogger sampai kamu menulis tulisan pertamamu dan mem-publishnya.

Untuk tulisan pertama, kamu bisa menuliskan tentang apapun. Kalau blog kamu adalah blog pribadi, tulislah apapun. Kalau blog kamu adalah blog dengan tema khusus, pilihlah tulisan pertama secara baik.

Pages.

Pages adalah halaman statis yang ada di blog kamu. Biasanya berisi tentang widget atau link ke menu tertentu di blog kamu. Kalau di Redhatblog, pages yang saya pakai digunakan untuk halaman Home dan halaman Blog. Ada juga halaman Galery yang isinya saya ambil dari feed Instagram tapi saat ini tidak saya aktifkan.

Paling umum, Pages berisi tentang About Me –sebuah halaman yang berisi tentang siapa diri kamu atau penjelasan mengenai website yang sedang dibaca. Beberapa penulis lain juga membuat Pages tentang FAQ, halaman yang berisi tentang frequently asked  question.

Hal apa saja yang perlu ditulis di halaman/pages About Me? Kamu bisa baca di tulisan berikut ini >> Tips Menulis Halaman About Me

Posts.

Ini adalah bagian terpenting dari sebuah kegiatan menulis blog, yaitu membuat isi blog –Post. Post akan muncul di halaman pertama blog kamu ketika kamu mem-publish-nya. Post memiliki tanggal penulisan, siapa penulisnya dan kolom komentar.

Untuk kamu yang baru memulai membuat blog, buatlah satu halaman bernama “About Page”. Kamu bisa isi halaman ini tentang profil dari blog kamu. Terangkan siapa kamu, apa yang kamu tawarkan, dan kalau ada pertanyaan dari pembaca, mana kontak yang bisa pembaca hubungi. Bisa nomor WA, email, atau akun twitter/facebook/IG.

Selanjutnya. Kamu bisa langsung membuat konten. Buat dan buat terus kontenmu setiap hari. Lama-lama nanti kamu akan jadi ahlinya membuat konten.

Saya sarankan kamu untuk membaca beberapa tulisan saya sebelumnya mengenai penulisan konten. 

Leave a Reply