Macbook, laptop impian saya sejak dulu

Laptop Impian

Laptop impian saya sejak lama adalah sebuah Macbook. Impian ini ada sejak saya duduk di bangku kuliah. Waktu kali pertama melihatnya di Plaza Ambarukmo, Yogyakarta, saya begitu tertarik. Melihat harganya yang selangit, saya mengurungkan diri dan menunda keinginan tersebut. Saya memilih membeli laptop lain yang harganya lebih ramah di kantong. Itu pun juga laptop bekas yang saya beli dengan harga separuh harga barunya.

ELS Computer, Alnect, Computa, Jogjatronik, dan sebagainya adalah pusat penjualan laptop di Jogja
ELS Computer, Alnect, Computa, Jogjatronik, dan sebagainya adalah pusat penjualan laptop di Jogja

Waktu berganti tahun dan saya pun lulus kuliah. Saya wariskan laptop dari jaman kuliah tersebut ke adik saya. Saya melamar pekerjaan dan diterima di sebuah perusahaan grup Astra. Gajinya boleh dibilang cukup, hanya sedikit saja di atas UMR Jakarta. Setelah menabung sekitar 2 bulan, saya membeli laptop lagi. Kali ini pun laptop yang saya beli adalah laptop bekas. Seingat saya waktu itu harganya pun hanya 2 jutaan. Laptop impian belum terbeli.

Laptop Asus berwarna putih ini saya bawa pergi merantau ke luar negeri. Waktu itu saya berkesempatan bekerja di perusahaan lain di luar Indonesia. Dengan laptop Asus ini pula saya mengisi konten di blog-blog saya dari tahun 2015 hingga tahun 2017.

Baca juga cerita saya lainnya waktu merantau ke luar negeri.

Jakarta memberikan kita sebuah harapan. Perjuangan tidak akan menghianati hasil. Sumber foto: ssopian88 dari Pixabay
Jakarta memberikan kita sebuah harapan. Perjuangan tidak akan menghianati hasil.
Sumber foto: Sopan Sopian dari Pixabay

Triwulan pertama di tahun 2017 saya pindah lagi ke negara lain. Laptop putih ini masih saya bawa hingga akhirnya saya pulang cuti menikah akhir tahun 2017. Laptop Asus ini akhirnya saya tinggalkan untuk dipakai orang di rumah.

Kesempatan dan rejeki itu akhirnya datang. Impian yang sudah lama saya pendam, meski tak pernah saya doakan secara lisan, jadi kenyataan. Saya iseng buka website sd.opensooq.com dan mencari informasi Macbook bekas yang dijual. Awalnya ada Macbook Pro dengan alamat pemilik di Mamuroh namun ternyata sudah laku. Kesempatan kedua datang dari seorang pelajar Jerman yang kuliah di Khartoum. Namun sayangnya ia sedang pulang kampung ke Jerman. Impian saya untuk memiliki Macbook Pro MD101 pun pupus.

Kesempatan ketiga datang dari seseorang yang tinggal di daerah 60th Street. Ia menawarkan laptop Macbook Air tahun 2015 dengan harga 55.000 SDG saja. Setelah saya hitung dan pertimbangkan dengan istri, saya memutuskan untuk membeli Macbook ini.

Macbook Air ini dibeli dengan uang hasil dari lomba menulis artikel dari KBRI, artikel berbayar di blog, dan uang tabungan
Macbook Air ini dibeli dengan uang hasil dari lomba menulis artikel dari KBRI, artikel berbayar di blog, dan uang tabungan

Berbekal uang 400 USD dan tambahan 3000 SDG saya membeli laptop impian ini. Postingan blog ini adalah tulisan pertama yang ditulis dengan menggunakan Macbook. Kalau dilihat, kondisinya masih sangat mulus. Minusnya hanya di keyboard yang sedikit berisik. Ada suara kretekkretek seperti pasir di dalam keyboard. Besok ketika sudah pulang ke Indonesia, rencananya keyboard ini akan saya perbaiki ke bengkel komputer. 

Harga Macbook Air 2015 di Indonesia sendiri terbilang masih cukup mahal. Kisaran harganya berada di angka 8 jutaan ke atas. Sedangkan yang saya beli ini seharga 6,5 juta saja. Puji syukur pada Tuhan telah mempertemukan saya dengan orang-orang baik hati.

Kenapa memilih Macbook?

Banyak alasan kenapa orang-orang memilih Macbook. Saya sendiri memiliki alasan tersendiri.

1. Laptop impian karena desain yang keren, anti lemot, anti virus, dan OS gratis tinggal diunduh saja dari AppStore.

2. Kemudahan dan fleksibilitas dalam membuat konten. Saya memiliki hobi menulis. Saya dan istri juga mengelola sebuah toko online. Dan Macbook memberikan semua kelengkapan dalam mendukung hobi dan pekerjaan yang kami tekuni. 

3. Kemudahan dalam memindahkan data gambar dan video yang saya ambil menggunakan iPhone. Semua sudah terintegrasi antara mobile phone dan laptop ini.

4. Macboor Air amat ringan dan mudah dibawa keman-mana. Dibawa ke tempat meeting dengan klien atau sambil nongkrong di cafe juga keren. 

Macbook kan mahal.

Ada harga yang harus dibayar untuk segala hal yang kita inginkan. Dan apabila kita sudah mendapatkannya, ada tugas selanjutnya: menggunakannya untuk kebaikan.

Sudah saya kemukakan di awal, bahwa mungkin rejeki saya memang di sini. Saya bisa membeli Macbook dengan harga lebih murah dibanding harga pasar, design yang Oke punya, serta mendukung hobi dan pekerjaan saya. Kalau dibilang mahal tidak juga. Karena jujur saja, laptop ini dibeli dengan uang hasil saya beberapa kali mengikuti lomba menulis. Hadiah yang saya peroleh dalam bentuk uang cash, lalu saya tambahkan dari uang tabungan, baru saya belikan laptop ini. 

Saya menghargai diri saya atas kerja keras yang telah dilaluinya dengan memberikan sebuah hadiah sebuah Macbook. Ya, ini adalah hadiah untuk diri saya sendiri atas semua hal yang telah saya lalui.

Memberikan hadiah untuk diri sendiri atas kerja keras yang dilalui disebut dengan self esteem
Memberikan hadiah untuk diri sendiri atas kerja keras yang dilalui disebut juga dengan self esteem.
Sumber foto: Gerd Altmann from Pixabay

Kenapa Macbook Bekas?

Kalau beli Macbook baru harganya mahal bro. Saya belum kuat membeli Macbook dengan harga di atas 10 jutaan. Saat ini mampunya ya laptop ini dulu. Kalau nanti memang bisa beli Macbook baru gress dari kardus, ya akan saya beli.

Anyway, saya dari dulu lebih senang membeli barang bekas. Baik itu untuk laptop atau telepon genggam. Rasanya sayang aja kalau harus beli yang baru. Baru atau bekas ya fungsinya sama, kalau telepon ya untuk menelpon, kalau laptop ya untuk mengetik. Dan pada akhirnya nanti, barang baru atau pun bekas akan sama-sama rusak. Jadi, saya lebih memilih barang bekas.

Selisih uang antara harga baru dan harga bekas bisa saya gunakan untuk hal lain yang lebih penting. Selisih Rp100.000,- lumayan juga, bisa buat beli diapers untuk anak tercinta.

Beda orang beda selera. Beda orang beda prioritas.

Leave a Reply