Lokasi Hangout di Khartoum

Lokasi Hangout di Khartoum

Saya pertama kali datang ke Khartoum pada awal 2017 ini. Setelah petualangan 2 tahun pertama saya di Cairo, atas pertimbangan manajemen, mereka memutuskan untuk membuang memindah saya ke Sudan. Negara yang tidak pernah masuk daftar wajib kunjung di tahun 2017 ini. Kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai lokasi hangout di Khartoum.

Khartoum terletak di muara pertemuan 2 sungai Nil, yaitu Sungai Nil Putih dan Sungai Nil Biru. Kamu bisa lihat di peta ini mengenai lokasi kota Khartoum. Kota berpenduduk sekitar 6 juta jiwa ini bisa dibilang masih berkembang. Masih banyak lokasi terbuka yang belum didirikan bangunan. Ada beberapa tempat yang sudah didirikan bangunan namun hanya sebatas rangka dan belum dihuni.

Khartoum sendiri artinya, secara etimologi atau asal kata, berasal dari kata خرطوم yang artinya pipa selang atau belalai. Kemungkinan karena bentuknya yang berada di ujung pertemuan dua sungai Nile yang lekak-lekuknya sperti belalai gajah.

Saya ingin berbagi cerita mengenai kondisi kota Khartoum. Bagi kamu yang baru pertama kali datang ke Khartoum, article guide ini bisa kamu pakai untuk mengenal sedikit tentang Khartoum. Article guide ini khususnya tempat-tempat untuk menghabiskan waktu dan bersantai di akhir pesan.

Afra Mall

Afra Mall terletak di Africa St. Mall ini mudah sekali ditemukan. Ketika keluar dari bandara kamu bisa langsung ambil arah selatan melalui African St. Nantinya kamu akan menemukan mall ini di sebelah kiri jalan. Di Afra Mall terdapat supermarket, gift center, food court, ice skating, billiard, cinema, dan toko-toko. Afra Mall memiliki 3 lantai utama: basement untuk gift store, ground floor untuk supermarket dan toko-toko, dan lantai 3 untuk food court, ice skating, cinema, dan billiard. Pada waktu tertentu biasanya diadakan bazzar di ground floor, seperti buku-buku, mainan, atau produk fashion.

Afra Mall

Sudan National Museum

Sudan National Musem terletak di samping sungai Nile. Museum yang didirikan pada tahun 1955 dan dibuka tahun 1977 sebagai museum ini menyimpan berbagai macam artefak, dari zaman: Paleolithic, Mesolithic, Neolithic, A-Group culture, C-Group culture, Kerma Culture, Middle Kingdom of Egypt, New Kingdom of Egypt, Napata, Meroë, X-Group culture dan medieval Makuria. Museum ini dibuka pada hari Sabtu hingga Kamis, dari mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Hari Jumat tutup. Harga tiketnya cuma 10 SDG. Boleh membawa dan memotret di dalam museum. Asik bukan?

Sudan National Museum

Nile Cornice

Bila kamu hobi jogging, Nile Corniche adalah tempat tepat untuk melakukannya. Dengan jalanan membentang lebih dari 5 km, dari Al Mogran Family Park hingga Manshia Bridge, lokasi di pinggir sungai Nile yang diteduhi banyak pohon ini cocok untuk jalan-jalan pagi atau sore. Kamu bisa minum teh atau kopi bersama orang tercinta. Apalagi di dekat area Manshia Bridge, banyak terdapat floating café mengapung. Apa itu? Floating café adalah café yang terletak di kapal yang mengapung di sungai Nile. Paling asik datang ke tempat ini ketika sore hingga malam hari.

Nile Cornice yang teduh penuh dengan pohon rindang, cocok untuk jalan sore
Nile Cornice membentang dari barat ke timur

Green yard

Greenyard terletak di seberang Afra Mall. Tempat terbuka hijau ini adalah tempat favorit bagi orang Sudan untuk bersantai bersama keluarga. Kalau di Indonesia, Greenyard ini lebih mirip dengan alun-alun. Ada jogging track, lapangan luas berumput, tempat bermain basket dan tenis, komidi putar, dan food court. Lokasi ini cocok dikunjungi pada pagi hari untuk jogging dan sore hari sehabis Ashar untuk menikmati sunset. Lokasinya menarik karena berada tepat di samping airport. Jadi kamu bisa melihat pesawat landing dan take off sembari minum softdrink dan kacang goreng.

Afra Mall terletak di African Street, di samping Green Yard
Green Yard dan Afra Mall di African Street

Café dan restoran

Banyak café tersebar di penjuru kota Khartoum. Di area Amarat ada Ozone, Barcelona Foods, Ethiopian Restaurant, Pizza Corner, Pattaya Restaurant and Café, Hadhramawt, Zinc Deli & Grill. Di sepanjang African ada Amwaj Restaurant, Spectra Café, Lazurde Café, Gad Restaurant, dll. Masih di African St., setelah melewati Afra Mall ada Awlad Omdurman dan restoran sejenis yang menyajikan kambing bakar dengan aroma yang harum.

Di Madani St dekat International University of Africa ada Noodle Lanzhou of China dan Restoran Nusantara, khusus bagi kamu yang ingin menikmati makanan asia. Di 60th St ada Imtiyaz Turkish Restaurant, Café In ‘N’ Out di Hotel 45, Aspawa Restaurant, Temptation Café, Ice Cream Dream, Debonairs Pizza, Italy Pizza, Pizza Corner, dan masih banyak café dan restoran lain di sepanjang 60th St. Al-Mashtal St, Mecca St, dan Abdalla Al-Tayeb St adalah pusatnya restoran dan café di Khartoum (selain Amarat). Kalau di Jogja ini bisa disebut sebagai area Prawirotaman. Banyak foreigners yang tinggal di area ini sehingga café dan restoran menjamur.

Ozone Cafe in Amarat

Itulah sedikit tempat hangout di Khartoum. Secara umum, lokasi buang stres di kota ini memang sangat terbatas. Jadi kamu harus pintar-pintar mengatur ritme emosi kamu supaya tidak mudah stres. Tapi selama saya disini, saya akui saya tidak mudah stres. Kota yang kecil, tidak ada macet (macet pun hanya di area tertentu dan cuma 100 meter, itu pun di lampu merah), orang-orangnya pun ramah-ramah. Mereka sangat welcome terhadap orang asing, khususnya orang Indonesia dan rumpun Melayu seperti Malaysia dan Thailand.

Leave a Reply