Mojok.Co Tutup Esok Hari

Mojok.Co Tutup Esok Hari

mojok.coAwal bulan Maret ini saya kaget ketika tahu bahwa Mojok.Co akan tutup. Sejak saat itu saya jadi rajin buka Mojok. Takut kalau ada tulisan yang belum saya baca.

Mojok.Co adalah tempat saya piknik. Melihat indahnya cara orang bercerita, cara pandang seseorang dalam melihat sebuah fenomena, dan cara untuk mengomentari sesuatu atau lebih tepatnya menertawakan orang lain. Lihat saja bagaimana para penulis Mojok mengomentari tentang demo tolak pabrik semen di Kendeng, komentar tentang Pilkada, tentang Ahok, Ahmad Dani, dan sebagainya. Belum lagi tulisan di rubrik Kiat. Mereka mengomentari tentang pilihan karir bagi Agus Yudhoyono setelah kalah pilkada, kapan lagu-lagu SBY ada koplonya, tren bisnis Indonesia ke depan setelah datangnya Raja Salman, kenapa rok Agnes Monica waktu konser ditulis menggunakan huruf Arab, kenapa bukan huruf hiroglif, kenapa patung harimau di Koramil Cisewu harus dibongkar padahal udah ada disana sejak bertahun-tahun, dan lain-lainnya.

Berkat Mojok pula saya jadi tahu bahwa masa muda itu harus dipuas-puaskan. Kalau kamu suka sama seseorang ya ditembak saja, entah nanti itu diterima atau ditolak, pokoke ditembak. Jangan sampai menyesal di hari tua. Dan saya bersyukur, saya melewati semua fase masa muda saya dengan bahagia. Nembak pernah, nakal juga pernah.

Singkat cerita, akhirnya Mas Puthut EA pun mengeluarkan konfirmasinya mengapa Mojok.Co harus tutup. Kamu bisa membacanya langsung lewat link ini. Btw, kamu jangan langsung mengira bahwa mas Puthut menjelaskan secara gamblang alasan penutupan Mojok di tulisan tersebut. Saya malah curiga tulisan tersebut hanya karangan belaka untuk menutupi alasan sebenarnya. Saya mendapatkan ilham bahwa sebenarnya Mojok ini tidak ditutup tapi cuma mau ganti domain saja. Entah itu diganti menjadi Nengah, Minggir, Ngulon, Ngidul, Maju, Mundur, pokoke itulah.

Dan pada akhirnya, dalam setiap kelahiran pasti ada kematian. Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dimana ada penembakan pasti ujungnya pemutusan, kalau lagi hoki ya sampai ke pernikahan. Kalau kurang hoki, ya cerai, terus nikah lagi. Semuanya cuma muter-muter disitu-situ saja. Ndak ada yang baru. Cuma pengulangan, sebatas perkenalan-percintaan-putus-cari yang baru. Eaaa..

Leave a Reply