Pengalaman transit di Dubai

Pengalaman Transit di Dubai

Pengalaman transit di Dubai ini adalah ulasan saya yang kedua tentang sebuah bandara. Sebelumnya saya membahas tentang pengalaman transit di bandara Kuala Lumpur (KLIA).

Teman-teman bisa baca tulisan saya tentang pengalaman transit di Kualalumpur pada tautan berikut.

Pengalaman Transit di Bandara Kualalumpur, Malaysia

Harus diketahui bahwa bandara Dubai adalah bandara silent airport. Jadi tidak ada yang namanya pengumuman menggunakan mikrofon yang memberitahukan penerbangan tujuan Jakarta ada di gate X, penerbangan tujuan Bangalore di gate Y, dan sebagainya.

Silent airport artinya semua informasi penerbangan sudah tertera di layar pengumuman. Kita sendiri yang harus aktif mencari informasi. Jangan sampai terlalu lama duduk di toilet atau ketiduran di masjid yang membuat kita lupa mencari informasi. Tau-tau sudah ketinggalan pesawat.

Kondisi kota Dubai
Kondisi kota Dubai

Loket transit/connection

Jadi setelah kita turun dari pesawat, kita akan diarahkan menuju ke bagian loket transit atau connection. Kita diminta antri, keluarkan isi saku celana dan saku baju. Sepatu yang berbahan kulit atau ada logamnya nanti disuruh lepas.

Untuk tas gendong dan tas cangklong juga akan sinar X. Selama ini sih saya tidak pernah kena pentung petugas. Lolos-lolos saja. Yang penting tidak membawa barang-barang aneh semacam gunting, korek api, peniti, dll yang berbahan logam.

Setelah selesai dari bagian loket transit kita bisa langsung melanjutkan perjalanan ke ruang tunggu. Saya sendiri tidak bisa mengambil gambar ketika di bagian loket transit ini karena salah satu daerah terlarang.

Pengalaman transit di Dubai
Pengalaman transit di Dubai

Free Wifi

Bandara Dubai punya fasilitas Free Wifi yang super kencang. Kurang dari 1 menit, begitu kamu hidupkan fasilitas Wifi di telepon genggam kamu, ikuti langkah-langkahnya, maka akan langsung tersambung ke Wifi bandara. Gak pake lama.

Dengan Free Wifi ini kita bisa WhatsApp-an, dengerin musik via Spotify atau menonton video di Youtube.

Saya pernah transit di Dubai dari jam 3.00 pagi sampai jam 13.00 siang. Semua tetap enak-enak saja karena ada Wifi. Pengalaman transit di Dubai ini begitu menyenangkan karena wifi-nya pun super kencang. Jadi tidak akan bosan menunggu penerbangan selanjutnya.

Berikut ini saya berikan screenshoot tata cara supaya konek ke Wifi di bandara Dubai.

Free Wifi di bandara Dubai
Free Wifi di bandara Dubai

Tempat makan

Ada banyak restoran dan foodcourt yang tersedia di bandara Dubai. Tempat makan ini tersebar secara merata di seluruh bagian terminal. Lebih enaknya lagi, hampir di setiap gate, selalu ada tempat jual kopi dan makanan cepat saji.

Tempat makan ini biasanya menerima pembayaran dalam bentuk mata uang Dirham. Namun mereka juga tidak menolak apabila kita membayar dalam bentuk USD, Euro, Ringgit Malaysia, atau Riyal Saudia. Semua mata uang non dirham ini akan dikonversi menjadi dirham sesuai kurs yang berlaku pada hari tersebut. Kalau ada kembalian, kita akan mendapatkan kembalian dalam bentuk dirham.

Jadi sebenarnya kalau mau makan tidak perlu menukar uang dulu, cukup bawa dollar saja. Kalau bisa dalam bentuk pecahan kecil. Karena biasanya kalau ada kembalian, si kasir akan memberi uang kembalian dalam bentuk dirham.

Sesuai pengalaman transit di Dubai selama beberapa kali, saya memilih makan di Mc Donald karena harga makanannya murah. Dengan uang 23 dirham atau sekitar Rp100.000 kita bisa mendapatkan makanan berupa roti, telur dadar, dan segelas kopi. Menu ini ada di paket breakfast.

Toko camilan dan mainan di bandara Dubai
Toko camilan dan mainan di bandara Dubai

Tempat penukaran uang / money changer

Untuk penukaran mata uang asing, hal ini bisa kita lakukan kalau memang ingin keluar jalan-jalan menikmati kota Dubai. Tapi kalau cuma buat makan, seperti saran saya sebelumnya, mending tidak usah menukar. Cukup bayar saja pakai USD di kasir tempat makan.

Tempat penukaran mata uang asing di bandara Dubai ada banyak. Di tiap terminal ada loketnya. Kalau mau menukar banyak, coba lakukan tawar menawar, siapa tahu dapat kurs lebih tinggi. Pintar-pintar saja ajak ngobrol petugasnya.

money changer di dubai
Money changer di Dubai airport

Tempat minum

Saya tipe orang yang hemat, apalagi untuk urusan makan. Belum lagi di bandara, biasanya harga makanan dan minuman sudah di-mark up tinggi-tinggi. Sayang juga kan kalau uang dollarmu dipecah hanya untuk beli air minum 1 botol.

Beruntung sekali ada banyak tempat minum gratis yang tersedia di bandara Dubai. Tinggal siapkan saja tempat minumnya. Saya selalu membawa botol air isi ulang kemanapun saya pergi, apalagi kalau perjalanan jauh. Bandara yang bagus memang biasanya menyediakan tempat minum.

Oya, beruntungnya di bandara Dubai ini ada pilihan air minum dingin dan air minum hangat. Kalau kamu bawa kopi sachetan, cocok sekali. Tinggal tuang kopi sachet ke botol, tuang air hangatnya. Kocok. Kopi murah meriah siap diminum.

Tempat air minum gratis di bandara Dubai
Tempat air minum gratis di bandara Dubai

Masjid

Bagi umat Muslim, ketersediaan tempat sholat alias masjid juga banyak. Jadi tidak usah khawatir. Masjid ini biasanya terletak dekat dengan toilet. Habis buang air besar atau buang air kecil, bisa dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah shalat. Jangan lupa wudhu dulu ya.

Pengalaman saya selama transit di Dubai, masjidnya luas-luas dan bersih. Karpetnya pun wangi. Di bandara Dubai memang petugas kebersihannya ada banyak.

Oh iya, AC masjidnya dingin sekali. Maka jarang sekali ada orang numpang tidur di masjid. Kecuali dia memang membawa jaket tebal atau selimut. Meskipun AC-nya dingin, tenang saja, lantainya pakai karpet. Jadi kita tidak perlu khawatir telapak kaki dan kepala kita kedinginan ketika menyentuh lantai.

Toilet

Bandara-bandara transit biasanya punya AC yang dingin. Makanya kita jadi sering beser. Ketersediaan toilet di bandara Dubai boleh dibilang sangat memadai. Setiap lokasi toilet saya lihat biasanya ada lebih dari 8 tempat buang air kecil/urinoir. Ditambah lagi untuk toilet buang besarnya pun ada lebih dari 5 di tiap lokasi. Ada pilihan toilet jongkok dan toilet duduk.

Sabun dan tisu selalu penuh. Petugas kebersihan pun sigap. Tiap ada orang keluar dari toilet, mereka akan langsung bersih-bersih. Makanya toiletnya mengkilap dan wangi.

Kelemahan toilet di bandara Dubai mungkin soal ketersediaan WIFI. Kayaknya memang Wifi-nya diblokir di area toilet. Supaya yang buang air besar tidak berlama-lama di toilet.

Toilet di bandara Dubai
Toilet di bandara Dubai

Ruang tunggu

Ruang tunggu di bandara Dubai amat luas. Kursinya banyak. Ada kursi untuk duduk. Ada juga kursi model selonjor. Di beberapa sudut kursi ada colokan listrik. Jadi sambil duduk, kita bisa sambil men-charge handphone atau laptop.

Colokan listriknya bisa dipakai untuk kaki 3 maupun kaki 2. Bagi yang lupa bawa kepala charger-nya, bisa langsung colokin USB-nya ke colokan listrik.

Ruang tunggu di Dubai airport
Ruang tunggu di Dubai airport

Itulah sepenggal cerita dan pengalaman transit di Dubai Airport. Kalau tidak salah saya pernah transit di Dubai sebanyak 6 kali. Kali pertama waktu mudik pertama tahun 2016, kemudian tahun 2018 ketika jalan-jalan ke Turki, dan akhir tahun 2019 pun transit lagi di Dubai.

Selamat membaca. Apabila ada pertanyaan silakan tulis saja di kolom komen. Bagi yang ingin bertanya lebih, silakan kirim email saja ke rohmatsyahru@gmail.com. Saya akan coba bantu jawab sesuai pengalaman saya transit di beberapa bandara internasional.

Website terkait:

Leave a Reply