Pepaya Hawai, komoditas baru yang menggiurkan

Kecil kecil cabe rawit mungkin itu istilah paling tepat untuk pepaya hawaii, walaupun namanya seperti nama tempat berlibur tapi pepaya ini laku keras di pasaran bahkan sampai pasar dunia.
Adalah Nano wijayatno pemilik pohon pepaya hawaii ini, dengan tinggi pohon sekitar 1,5 meter dan berjejer rapi dengan 9,240 pohon lainnya diatas lahan seluas 10 hectare seperti yang dikutip dari majalah gatra.

Pepaya berkelas ini memang sengaja dipilih Nano dalam usaha pengembangbiakannya, itu dikarenakan selain berkelas harganya pun mahal walaupun ukurannya lonjong dan kecil tetapi memiliki tingkat rasa manis lebih tinggi daripada pepaya biasanya bahkan bila dibandingkan dengan pepaya bangkok.

Selain daripada itu pepaya hawaii ini yang mempunyai tingkat kemanisan yang tinggi , pepaya california dan bangkok pun mempunyai tingkat kemanisan yang lumayan tinggi walaupun pepaya hawaii tetap lebih diunggulkan.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh pepaya hawaii ini adalah memiliki affertase yaitu rasa yang tetap terbawa diindra pengecap bahkan rasa legitnya terbawa sampai 3 jam.

Berdasarklan hal diataslah pepaya ini selalu diburu dan diincar oleh para penggila buah-buahan dan menjadi primadona sampai – sampai buah ini menjadi maskot dalam simposium international tentang hortikultural di bogor kemarin.

Nano menjalankan bisnis ini gak main – main, dimulai 7 bulan lalu beliau menggandeng pihak investor dengan menyewa sebidang tanah untuk memulai pertaniannya itu serta memperkejakan belasan tenaga kerja untuk membantunya.

Kalau anda ingin memulai peruntungan di pepaya hawaii ini anda harus mendapatkan benihnya secara langsung melalui PKBT, biji tersebut lalu dimasukkan ke Polybag agar bibit yang dihasilkan bersifat hermaprodit. Nano sendiri memerlukan dua bulan masa semai sebelum memindahkan dari polybag tersebut ke kebun dengan jarak tanam 3×3 meter.

Untuk budget yang di keluarkan lumayan tidak sedikit, memerlukan kocek sebesar Rp. 30.000 – Rp. 50.000 perpohon mulai dari pembelian benih sampai panen, system jual yang dianut Nano adalah system jual putus, Nano menjual dengan harga Rp. 5,800 per Kg ke distributor, sedangkan harga jual disupermarket mencapai Rp. 13.000. Ini menjadikan bisnis pepaya hawaii tetap menggiurkan.

No Comments


  1. Kunjungan sesama blogger sob…
    Blognya menarik nih…
    Ditunggu kunjungan baliknya ya…
    Dan jangan lupa komennya…

    Reply

  2. waaw…menarik juragan….

    ngEbayangin pepayanx, Q jadi ngiLer…!!?!?
    8)

    Reply

  3. saya tertarik apakah boleh lihat kebunya tk

    Reply

    1. Silahkan pak kalau mau berkunjung ke kebun. Bisa langsung datang ke Desa Karanggude Kulon RT 06/03, Kecamatan Karanglewas, Kab. Banyumas, Jawa Tengah.

      Reply

  4. saya tertarik membudidayakanya pak sahru,bisa kah kira2 saya pesan bibit pepaya hawainya,saya kebingungan mencari bibitnya,kebetulan saya tinggal di kalimantan pak,trimakasih responya

    Reply

    1. Bisa pak. Kebetulan kami juga menyediakan benih dan bibitnya. Pak Winarko bisa SMS ke nomor saya di 085743109991 untuk penjelasan lebih lanjut.
      Salam kenal sesama petani

      Reply

  5. usia pohon berapa bulan mulai bibit sampai berbuah panen ? apa cocok ditanam pada tanah berkapur ? saya di madura ,mohon pejelasannya Pak.

    Reply

  6. Selamat pagi pak rohmat saya tertarik pak, ada contact yang bisa dihubungi karena saya tlp ke nomor m3 tidak aktif..terimakasih

    Reply

  7. Selamat siang pak Rohmat, saya mau cari pepaya Arum Bogor yg berukuran mini utk saya supply dengan quota 500 kg per minggu, bisa dibantu pak? Trim’s

    Reply

Leave a Reply