Piramida Meroe di Shendi, Warisan Leluhur Bangsa Sudan

Piramida Meroe di Shendi, Warisan Leluhur Bangsa Sudan

Libur lebaran Idul Fitri kali ini saya putuskan untuk tidak pulang kampung. Rencana ini sudah saya utarakan jauh-jauh hari kepada keluarga di rumah. Alhamdulillah mereka tidak mempermasalahkan soal ini. Rencana saya sudah bulat, saya ingin jalan-jalan ke Piramida Meroe di Shendi. Piramida yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding piramida di Egypt.

Kota Shendi terletak sekitar 3 jam perjalanan dari kota Khartoum. Kita bisa mengunjunginya dengan menggunakan mobil pribadi atau bus umum jurusan Shendi/Atbara. Kali ini, saya dan teman saya,  Tajul, pergi kesana dengan menggunakan bus. Kami berangkat dari terminal bus Khartoum Bahri. Kami sampai di terminal pukul 14.00, barangkali karena masih dalam suasana lebaran jadi banyak sopir yang mengambil libur. Kami cuma bisa naik bus jurusan Shendi. Yang artinya kami harus menyambung bis dari Shendi ke Atbara. Kalau saja ada bis jurusan Atbara maka kami bisa langsung turun di depan gerbang masuk piramida Shendi.

Sepanjang perjalanan menuju Shendi kita akan disuguhi pemandangan gurun pasir dengan beberapa sabana dan semak-semak. Tidak banyak rumah yang bisa kita temui di pinggir jalan. Kali ini saya tidak mengambil gambar sepanjang perjalanan ini karena kondisi kaca bis yang sedikit kotor sehingga tidak hasilnya tidak maksimal.

Begitu turun dari bis kita akan disuguhi jalan tidak beraspal kurang lebih sekitar 1 km menuju gerbang utama piramida. Kami harus berjalan kaki pagi itu. Beberapa penduduk lokal menawari unta dan keledai, namun kami menolak dengan halus. Jam masih menunjukkan pukul 09.00 pagi dan kami ingin berjalan kaki melewati padang gurun ini.

Piramida Meroe terlihat di kejauhan ketika kamu baru turun dari bus

Sampai di pintu gerbang rupanya masih dikunci. Kami berteriak barangkali ada orang di dalam, rupanya masih kosong. Hanya ada 2 orang penjaja cendera mata yang kali ini baru datang dan meneriaki supaya datang ke lapaknya. Kami jawab salamnya dan bilang nanti akan mampir. Dan selanjutnya kami melompati pagar gerbang dan menuju ke dalam.

Piramida Meroe di Shendi berjumlah lebih dari 200 buah, kurang lebih ada 225 piramida. Semuga piramida ini dibangun selama ratusan tahun sebagai makam dari raja dan ratu Napata dan Meroe. Berlokasi di sisi timur Sungai Nil, 220 km sebelah utara kota Khartoum, Piramida Meroe ini menjadi adalah the World Heritage Site of Meroe. Meroe adalah kota penting pada masa Kingdom of Kush (900 tahun SM hingga 400 M). Secara singkat, eksplorasi lokasi ini dilakukan oleh ilmuwan berkebangsaan Prancis, Frederic Cailliaud beserta pasukan Mohamed Ali Pasha (pemimpian masa Anglo-Egyptian) pada tahun 1821. Kemudian dilanjutkan pada tahun 1834 oleh ilmuwan militer sekaligus pemburu harta karun berkebangsaan Italia, Giuseppe Ferlini. Ferlini mengklaim menemukan harta karun emas beserta Piramida Ratu Amanishakhetos. Pada tahun selanjutnya banyak piramida dihancurkan oleh para pemburu harta karun. Eksplorasi terus berlanjut dari tahun ke tahun oleh ilmuwan dari berbagai wilayah Eropa.

Perbedaan Piramida Meroe dan Piramida Egypt

Piramida Meroe memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding piramida Egypt yang berada di sebelah utara. Sudut kemiringan piramida Meroe mencapai 70 derajat dengan ketinggian mencapai 30 meter. Beberapa piramida juga memiliki puncak yang berbentuk patung dan model yang unik.

Seperti halnya piramida Egypt, piramida Meroe di Shendi pun digunakan sebagai makam raja dan ratu. Ada banyak sekali piramida yang tersebar di kota Shendi ini. Saya sendiri merasa sangat kelelahan ketika harus mengelilingi komplek piramida tersebut. Ya, ada ratusan piramida di area ini. Ada piramida yang masih utuh, sudah dipugar, sedang dipugar hingga piramida yang hanya tinggal puing-puingnya saja.

Ada baiknya membawa topi dan perlengkapan minum cukup. Memakai sarung tangan dan kaca mata hitam. Memakai tabir surya dan sepatu. Panasnya amat menyengat ke kulit.

Meroe Dalam Cerita Yahudi

Dalam tradisi lisan bangsa Yahudi, Musa di masa mudanya memimpin sebuah ekspedisi militer Mesir ke Sudan (Kerajaan Kush), hingga sampai ke kota Meroë, yang kemudian disebut Saba. Kota ini dibangun di dekat pertemuan dua sungai besar dan dikelilingi tembok yang tangguh, dan diperintah oleh seorang raja pemberontak. Untuk menjamin keamanan anak buahnya yang melintasi negara padang pasir itu, Musa membuat sebuah strategi. Masing-masing anak buahnya membawa burung ibis, yang akan dilepaskan saat mereka mendekati negara musuh. Tujuan burung-burung itu adalah membunuh ular-ular mematikan yang ada di sekitar negara tersebut. Setelah berhasil mengepung kota Meroe, berkat pengkhianatan seorang putri raja, yang telah setuju untuk mengantarkan kota tersebut kepada Musa dengan syarat bahwa dia akan menikahinya.

Budget

Bus umum Khartoum-Shendi: 80 SDG
Bus umum Shendi-Piramida: 50 SDG
Taksi Piramida-Shendi: 100 SDG
Bus umum Shendi-Khartoum: 60 SDG
Air minum dan snack: 50 SDG
Tiket masuk: 50 SDG (kami bayar 50 SDG dan kami boleh ambil kalung unik hasil karya pengrajin)
Caranya: Ajak bercanda, tanya kabar, tinggal dimana, kalau dia tanya balik kamu aslinya dari mana, jawab saja asli Sudan, kalau dia tanya lagi dari suku apa, jawab saja Al Ja’ali, mereka akan langsung akrab, lalu proses tawar menawar Insha Allah lancer. Terakhir, jangan lupa minta foto. Kalau pas penjualnya masih muda, minta akun facebook-nya, lalu bilang kita akan upload fotonya. Mereka pasti akan senang.

Kamu bisa naik unta/keledai untuk berkeliling di antara ratusan piramida yang ada
Kamu lihat batu hitam di kejauhan sana? Itu adalah piramida yang sudah hancur dan tersisa puing-puingnya saja
Piramida Meroe di Shendi kurang diperhatikan oleh pemerintah sehingga kondisinya begitu memprihatinkan
Warisan budaya dari leluhur ini seharusnya bisa menjadi tujuan wisata utama di Sudan

3 Comments


    1. Iya mas, tahun 2011 Sudan terpecah jadi 2 negara. Sudan Selatan yang kaya minyak dan Sudan Utara yang sekarang ini ekonominya terseok-seok.

      Reply

Leave a Reply