Pengertian PPIC Adalah

pengertian ppic adalah

Pengertian PPIC adalah sebuah departemen yang bertugas untuk memesan bahan baku, membuat jadwal produksi, lalu mengirimkan barang yang sudah diproduksi tersebut ke departemen Sales. Jadi secara sederhana, PPIC adalah otak dari sebuah perusahaan.

Tahun ini menginjak tahun ketiga saya bekerja di luar negeri. Dan selama 3 tahun ini banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan mengenai seluk beluk PPIC, importation, exportation, supply chain, dan tema-tema lain. Dari awal, isi dari blog ini kebanyakan soal cerita traveling saya selama di luar negeri itu. Baiklah. Saya akan memulai cerita saya mengenai bidang kerja saya ini.

Baca juga >> 10 Bidang Pekerjaan Bagi Lulusan Teknik Industri

Sebagai informasi saja, saya bekerja di salah satu perusahaan Indonesia (asli Indonesia) yang sudah memiliki banyak pabrik di luar negeri. Karena bisnisnya pun sama, maka antar pabrik ini saling terkoneksi dan saling membantu. Dan tentu saja karena punya mother company di Indonesia, banyak raw material yang berasal dari Indonesia. Terutama untuk material yang menyangkut rahasia perusahaan. Raw material ini dijaga betul-betul supaya tidak bocor ke perusahaan pesaing karena menyangkut soal rasa.

Saat tulisan ini ditulis, saya sedang berada di Sudan. Ada yang tahu Sudan itu dimana? Kalau belum tahu, silakan cari di Google Maps ya atau klik disini >> https://goo.gl/maps/6jHMQNtvK4q

Negara tempat saya merantau saat ini
Negara tempat saya merantau saat ini

Jadi kita sebagai orang Indonesia boleh berbangga diri karena punya perusahaan di luar negeri. Status perusahaan ini boleh dibilang anak perusahaan karena masih berada dalam 1 grup. Secara kepemilikan saham, ada sekian persen yang dimiliki oleh local partner, namun secara mayoritas masih dimiliki oleh orang Indonesia.

Kita mulai ya, cerita soal PPIC-nya. Karena terakhir kali bekerja di Dept Production Planning and Inventory Control maka saya akan bercerita lebih banyak soal departemen ini.

Apa itu PPIC?

PPIC adalah singkatan dari Production Planning and Inventory Control.

Dari singkatan ini sudah cukup jelas bahwa pengertian PPIC adalah perencanaan produksi dan pengendali persediaan.

Tugas PPIC itu apa?

Tugas PPIC adalah membuat rencana produksi sesuai angka forecast/order yang diterima dari Dept Marketing/Sales. Dari angka inilah kemudian PPIC mulai menyiapkan rencana order sesuai dengan angka forecast tersebut.

Angka forecast ini diperoleh dari mana?

Seperti yang dijelaskan tadi, forecast berasal dari Dept Marketing/Sales. Dept Marketing/Sales mendapatkan data ini dari historical data penjualan sebelumnya. Dari data historis penjualan ini, Dept Marketing membuat rencana penjualan untuk beberapa periode mendatang. Nah data ini berisi tentang rencana mau menjual berapa ton, berapa kg, berapa karton, atau berapa krat produknya. Rencana penjualan inilah yang diberikan ke pabrik, dalam hal ini Dept PPIC.

Ilustrasi sebuah warehouse
Ilustrasi sebuah warehouse

Proses pemesanan bahan baku

Dari data rencana penjualan ini, PPIC menyusun yang namanya MPS (Master Production Schedule). Data MPS berisikan berapa jumlah flavor yang akan diproduksi pada waktu periode tertentu. Biasanya periode ini dalam satuan bulanan. Jadi dalam satu (1) bulan mau jualan berapa.

Selanjutnya adalah menyusun MRP (Material Requirement Planning). MRP adalah proses merencanakan berapa bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk sesuai data yang ada di MPS. Misalkan pabrik mau memproduksi produk A rasa ayam. Nah produk A butuh bahan baku apa saja. Misal tepung terigu, gula pasir, garam, pembungkus, karton kemasan, dll. Semua harus terukur dengan teliti. Jangan sampai ada salah satu material yang kurang.

Selain bahan baku, diperhitungkan juga kebutuhan utilitasnya. Misalkan butuh solar berapa, butuh air berapa, butuh pekerja tambahan berapa, gudangnya cukup atau tidak, dan sebagainya. Semua perlu dipertimbangkan tanpa ada kecuali.

Setelah semua kebutuhan material diketahui, maka tinggal selanjutnya memesan bahan baku melalui proses yang namanya Purchase Requisition (PR). PR dibuat oleh PPIC kemudian diberikan ke departemen Purchasing. Dept Purchasing selanjutnya akan membelikan bahan baku sesuai yang diminta oleh PPIC dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu. Tidak boleh kebanyakan tidak boleh kekurangan. Tidak boleh telat tidak boleh kecepetan. Semua harus in right time and in right quantity.

Ketika barang yang dipesan datang, selanjutnya tim Quality Control (QC) akan memeriksa kualitas bahan baku yang diterima. Apakah diterima (release) atau ditolak (reject). QC akan mengambil sampel lalu menelitinya di laboratorium. Apabila hasil tes di lab bagus maka barang langsung diterima oleh departemen Warehouse. Apabila hasil uji lab jelek maka barang di-reject dan dikembalikan ke supplier.

Barang diterima oleh departemen Warehouse, lalu PPIC mulai mengatur jadwal produknya. Barang diproduksi dengan jumlah tertentu dan waktu tertentu. Ketika barang sudah jadi, maka tinggal mengatur saja kapan barang akan dikirim ke pelanggan/distributor.

Kurang lebih begitu alur kerja proses produksi dari segi pandangan saya. Semoga bisa membantu.

Leave a Reply