pulang kampung ke temanggung

Pulang Kampung

Akhirnya setelah merantau selama 5 tahun 7 bulan, saya resmi pulang kampung. Untuk teman-teman yang sejak lama memantau blog saya, pasti sudah sering membaca pengalaman perjalanan saya selama ini.

Mengambil keputusan untuk resign kerja di tengah pandemi ini adalah sebuah keputusan berat untuk saya. Apalagi uang gaji yang saya terima boleh dibilang cukup besar untuk seorang ekspatriat.

Baca juga : Pengalaman 4 tahun menjadi TKI di Mesir

Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Peribahasa ini bermakna “ketika suatu keputusan telah diambil, maka seharusnya tidak ada lagi keraguan. Keputusan harus dijalankan walaupun itu berarti harus menghadapi kendala yang menghadang”.

Seorang nelayan lebih memilih untuk tenggelam di lautan daripada harus kembali lagi ke pantai tanpa hasil. 

Sekali layar terkembang pantang surut ke belakang
Sekali layar terkembang pantang surut ke belakang

Berdikari

Berdikari bermakna berdiri di atas kaki sendiri. Slogan ini sering kita dengar terutama dari founding fathers kita yaitu Ir. Soekarno. Kata “berdikari” sering diucapkan beliau terutama ketika Indonesia baru merdeka.

Tidak ada tempat untuk menggantungkan diri kecuali pada diri kita sendiri. Tidak ada bos. Tidak ada yang namanya menunggu tanggal 26 untuk gajian. Tidak ada tuntutan pekerjaan. Tidak ada deadline dari atasan. Semua tergantung pada diri kita sendiri. Mau sejauh apa kita melangkah. Mau berjalan perlahan atau berlari kencang. Mau belok kanan atau kiri. Tidak ada haluan. Kita yang menjadi nahkodanya sekarang.

Berdikari juga bisa diartikan mandiri. Kehidupan yang mandiri yang tidak bergantung pada campur tangan orang lain. Kita mau maju ya karena kita ingin maju. 

Perjalanan baru dimulai

Saya sudah mengajukan resign sejak 1 tahun yang lalu. Seharusnya bulan Ramadan tahun 2020 ini saya bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga di rumah. Namun sayangnya corona menyerang. Mau tak mau saya harus mengundur niat kepulangan saya ke tanah air. 

Bagi teman-teman yang ingin baca tulisan saya sebelumnya tentang rencana resign kerja saya, bisa baca pada tautan ini.

Layar baru terkembang, ilalang masih tinggi di depan. Saya belum tahu hendak mengambil jalan yang mana. Bahkan jalan setapak yang hendak saya lalui belum saya lihat. Saya hanya tahu puncak gunungnya ada di atas sana. Makanya setiap jalan saya coba, karena saya sendiri belum tahu jalan mana yang benar. 

sebuah perjalanan dengan mobil
Kita semua adalah pengelana yang sedang menempuh sebuah perjalanan

Mumpung masih muda

Mumpung masih muda, tanggungan di belakang belum banyak, makanya saya berani resign. Kalau berhasil ya syukur, kalau gagal saya masih punya kesempatan untuk daftar CPNS tahun 2021. hehe..

Usia juga baru di angka Kepala 3. Mau daftar kerja pun masih bisa. Apalagi saya punya pengalaman kerja 5 tahun di luar negeri. Ini adalah modal dan keunggulan saya dibanding yang lain.

Mohon doanya para pembaca sekalian. Saya sedang merintis jalur kesuksesan saya sendiri melalui jalur mandiri. 

See you on top.

Leave a Reply