Rehat

la tahzan

Labid berkata,

Dustakanlah nafsu jika kamu berbicara dengannya, sebab membenarkan nafsu hanya akan melambungkan angan.

Al-Bisti berkata,

Berilah tabiatmu yang kalah itu dengan kesusahan karena itu berarti sebuah kesenangan, membuatnya lebih terkonsentrasi, dan kemudian obati dengan canda.

Namun jika engkau memberikannya, berilah ia laksana engkau memasukkan gurun ke dalam makanan.

Abu Ali ibn Asy-Syibl berkata,

Dengan menjaga nafsu, akan ada di dalamnya, seperti bara api yang tetap dinyalakan di dalam mangkuk.

Maka jangan kau padamkan dia dengan putus asa, dan jangan pula kau ulur dengan angan yang memanjang.

Berjanjilah kepadanya bahwa dalam kesulitan itu ada kemudahan, dan ingatkan pula bahwa kesulitan berada dalam kemudahan.

Dihitung kebaikannya ini dan itu, dan dengan menggabungkan semuanya akan berguna sebagai obat mujarab.

La Tahzan – DR. ‘Aidh al-Qarni

Leave a Reply