saya memutuskan untuk resign pada bulan ini

Saya memutuskan untuk resign pada bulan ini

Saya memutuskan untuk resign pada bulan ini. Keputusan ini sebenarnya adalah hal yang sudah saya rencanakan sejak 1 tahun lalu. Tapi karena satu dan lain hal, harus saya tangguhkan selama 1 tahun penuh.

Bos besar sudah memberikan sinyal setuju. Sekarang saya sedang mempersiapkan visa keluar negara yang saya tempati ini.

sinyal-OK-dari-bos-besar
Sinyal OK dari bos besar

Bicara soal pekerjaan, yang namanya bekerja, siklusnya pasti melulu soal daftar kerja, mulai bekerja, titik jenuh, resign, daftar lagi, hingga resign lagi. Gitu terus. Hanya satu dua orang yang mampu bertahan bekerja di satu perusahaan yang sama, apalagi untuk posisi yang sama.

Mereka yang bertahan alasannya cuma dua (2): memang betah atau memang tidak ada pilihan lain.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mampu bertahan bekerja, ini menurut pemahaman dan pengalaman saya sendiri.

  1. Sudah terlanjur nyaman dengan fasilitas dan benefit yang didapat
  2. Sudah memiliki tanggungan keluarga, yang mana kita butuh biaya untuk anak sekolah, cicilan rumah, cicilan kendaraan, kebutuhan keluarga, pengobatan, dsb.
  3. Sudah menandatangani kontrak kerja untuk masa kerja sekian tahun
  4. Umur sudah terlalu tua, mau keluar kerja juga nanti mau apa. Melamar kerja di perusahaan lain juga kalah saing dengan yang muda-muda
  5. Menunggu waktu pensiun

Teman-teman yang sampai saat ini masih bekerja di sebuah perusahaan, dan bertahan, kurang lebih alasannya ada di atas. Kalau kamu?

saya ingin resign tapi masih ragu-ragu
Saya ingin resign tapi …

Mengapa Ingin Keluar Kerja

Ada banyak alasan orang ingin keluar kerja. Ada beberapa alasan yang menurut pemahaman saya menjadi sebuah alasan utama bagi seseorang untuk keluar kerja. Apa saja alasan orang ingin keluar kerja?

  1. Gaji yang pas-pasan, tuntuan kerja gila-gilaan
  2. Ritme kerja yang membosankan
  3. Peluang untuk maju terbatas
  4. Lingkungan kerja yang tidak mendukung
  5. Alasan keluarga
  6. Teman toxic
  7. Dan sebagainya
Images of Julius Caesar. Credit to Gordon Johnson
Images of Julius Caesar. Credit to Gordon Johnson

Strategi Keluar Kerja

Keluar kerja juga butuh strategi, jangan ujug-ujug keluar. Harus timbang ini itu. Apalagi kita masuk perusahaan dengan cara baik-baik maka keluarlah dengan baik-baik pula. Kalau bisa lho ya. Kalau tidak bisa ya mau bagaimana lagi. Cukup dengan mangkir kerja, putuskan kontak, dan tidak menghubungi mereka lagi.

Saya hanya sekedar ingin berbagi cerita mengenai strategi saya dalam upaya keluar kerja.

  1. Mantapkan hati.
  2. Cukupkan tabungan. Prediksikan kita tidak akan memiliki penghasilan selama (misalnya) 6 bulan. Pengeluaran akan tetap ada. Dan dari tabungan inilah kita dan keluarga kita hidup.
  3. Cicilan dan hutang lunas. Pastikan semua cicilan dan hutang yang kita miliki lunas. Jangan sampai keluar kerja kita masih memiliki tanggungan.
  4. Dapatkan peluang kerja di tempat lain. Sebelum keluar, pastikan sudah pernah ikut tes ini itu, kalau bisa tinggal tanda tangan kontrak saja. Begitu keluar, tak perlu waktu lama untuk menganggur.
  5. Atau sudah punya gambaran mau buka usaha apa. Ini yang perlu dimantapkan dalam hati. Ketika sudah yakin mau resign kerja, pastikan kita sudah punya rencana selama 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, hingga 5 tahun ke depan rencana usaha kita mau seperti apa.
  6. Pilih waktu yang tepat ketika mau keluar kerja. Pas habis terima THR, sehabis terima bonus akhir tahun atau setelah terima penghargaan sebagai karyawan terbaik.
semuanya butuh strategi
Setiap hal butuh strategi

Alasan resign yang masuk akal

Memberikan alasan untuk resign pun harus masuk akal. Ini supaya proses resign-nya mudah. Banyak atasan yang mempersulit kita ketika kita mau resign. Dengan dalih perusahaan bisa limbung, penjualan bisa turun, dan lain-lain. Jangan mudah ditipu dengan omongan manis mereka. Tetap pada rencana awal, resign kerja.

Beberapa asalan resign yang masuk akal antara lain:

  1. Akan menikah dan calon mempelai menyuruh kita mencari pekerjaan yang dekat dengannya.
  2. Orang tua menginginkan kita dekat dengannya.
  3. Ada tawaran lain yang lebih bagus dengan gaji lebih tinggi, fasilitas kendaraan serta tunjangan ini itu.
  4. Dan alasan-alasan lain yang pastinya kamu sudah punya gambaran sendiri tanpa perlu saya kasih tahu.

Keputusan saya untuk keluar kerja ini sudah saya rancang sejak 1 tahun. Saya pun sudah bilang ke bos bahwa saya akan bertahan 1 tahun saja. Setelah terima bonus tahunan akan keluar.

Sesuai tebakan, pada masa 1 tahun tidak ada rasa apa-apa. Namun ketika sudah 3 bulan menjelang keluar, bos jadi rajin mengajak bicara. Meminta dipertimbangkan lagi.

Bagi teman-teman yang juga sedang gundah akankah bertahan atau keluar kerja. Segera putuskan.  Jangan tunggu lama-lama kalau memang sudah mantap.

One thought on “Saya memutuskan untuk resign pada bulan ini

Leave a Reply