Sebuah Tempat yang Disebut Rumah

Setiap pagi hari, hampir semua dari kita akan pergi. Pergi ke sekolah, pergi bekerja, pergi ke pasar, pergi merantau, pergi kuliah ke luar negeri, dan sebagainya. Sore harinya, mereka yang bersekolah akan pulang ke rumah atau ke kos. Untuk mereka yang merantau terkadang harus menunggu sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk bisa pulang.

Saat terberat adalah ketika berangkat pergi, dan saat terbaik adalah ketika kita pulang ke rumah. Kenapa pulang menjadi begitu indah? Barangkali karena ada orang-orang yang mencintai kita yang menunggu di rumah. Sebaliknya, berangkat pergi menjadi begitu berat karena kita harus meninggalkan mereka yang mencintai kita.

Orang-orang sungguh berbahagia ketika pulang mudik lebaran kemarin. Berat rasanya ketika seminggu berikutnya harus berangkat lagi menuju perantauan.

Kita bisa saja pergi kemanapun tempat yang kita mau, melihat segala hal yang kita inginkan, dan mengunjungi siapapun yang ingin kita jumpa. Namun tempat terbaik adalah tempat dimana orang-orang yang kita kenal menunggu.

Mungkin begitu, kematian atau berpulangnya seseorang sesungguhnya tidak perlu diratapi. Kesedihan akan muncul bila kita melihat dari sisi yang ditinggalkan. Sebaliknya, bila kita melihat dari sisi orang yang berpulang pasti ia akan bahagia. Dunia adalah tempat merantau, tempat mencari nafkah untuk menghidupi akhirat kita kelak. Maka carilah nafkah yang banyak, karena barangkali ketika kita pulang nanti disana kita tidak bisa saling memberi.

Leave a Reply