corona virus in sudan

Sudan CoronaVirus – Liputan Langsung dari Sudan

Sudan CoronaVirus atau isu virus Corona di Sudan sudah mulai menjadi bahan perbincangan sejak beberapa minggu lalu.

Anak-anak kecil di jalanan biasanya meneriaki saya yang bermuka Asia ini dengan sebutan “Corona.. Corona..”. Mereka mengira saya ini orang China sehingga langsung berteriak-teriak. Orang Asia identik dengan orang China dan China identik dengan virus Corona yang saat ini sedang menjangkiti dunia.

Baca juga fakta lainnya tentang Sudan.

Akhir-akhir ini mereka tidak lagi meneriaki kami. Kenapa? Karena Sudan Coronavirus sudah masuk ke Sudan. Sudan pun sudah melaporkan kasus kematian yang pertama yang disebabkan oleh Corona Virus. Tautannya ada di sini.

Sudan melaporkan kasus pertama kematian yang disebabkan Coronavirus.

Korban meninggal tersebut adalah seorang pria berumur 52 tahun yang baru saja kembali dari United Arab Emirates (UAE) pada minggu pertama bulan Maret. Beliau meninggal pada hari Kamis, 12 Maret 2020.

Kementerian Kesehatan Sudan menghimbau agar warganya berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan. Rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menghubungi otoritas terdekat apabila melihat ada hal yang mencurigakan yang berkaitan dengan penyakit ini.

Layanan transportasi bus dari dan ke Mesir juga telah ditutup. Pemerintah menutup seluruh penerbangan ke delapan (8) negara yang terinfeksi virus, termasuk Mesir.

Menteri Kesehatan Sudan Akram Ali Al-Tom berbicara dalam sebuah press conference di Khartoum, Sudan pada hari Jumat, 13 Maret 2020. Sudan melaporkan kasus coronavirus pertamanya, seorang pria yang akhirnya meninggal dunia karena virus tersebut. (AP Photo/Marwan Ali)
Menteri Kesehatan Sudan, Akram Ali Al-Tom berbicara dalam sebuah press conference di Khartoum, Sudan pada hari Jumat, 13 Maret 2020. Sudan melaporkan kasus coronavirus pertamanya, seorang pria berumur 52 tahun yang akhirnya meninggal dunia karena virus tersebut. (AP Photo/Marwan Ali)

Sudan Memberlakukan Status Health Emergency

Otoritas Sudan memberlakukan status Health Emergency pada hari Senin, 16 Maret 2020. Pengumuman ini tepat 3 hari setelah kasus kematian pertama akibar Corona Virus.

Sumber tautan berita ada di sini: https://www.aa.com.tr/en/africa/sudan-declares-health-emergency-over-coronavirus/1768166

Selain itu ada 7 orang suspek Corona namun setelah dites ternyata negatif. Berita ini bisa dibaca pada tautan berikut: https://www.dabangasudan.org/en/all-news/article/sudan-declares-health-emergency-to-combat-coronavirus

Di Afrika sendiri, beberapa negara sudah melaporkan adanya kasus COVID-19. Negara tersebut adalah Morocco, Tunisia, Egypt, Algeria, Senegal, Togo, Cameroon, Burkina Faso, Democratic Republic of Congo, South Africa, Nigeria, Ivory Coast, Gabon, Ghana, Guinea, Sudan, Kenya and Ethiopia.

Ilustrasi petugas kesehatan yang menangani pasien sudan coronavirus
Ilustrasi petugas kesehatan yang menangani pasien coronavirus

Kondisi di Lapangan

Hingga tulisan ini dibuat, yaitu pada tanggal 18 Maret 2020, kondisi di Sudan masih normal. Namun aktifitas belanja di supermarket sudah mulai menunjukkan peningkatan. Saya sendiri kurang tahu alasannya apa. Bisa jadi warga mulai menyiapkan logistik apabila wabah ini semakin menyebar di Sudan.

Saya lihat beberapa kafe di daerah Riyadh, Khartoum semalam masih cukup ramai. Anak-anak muda juga masih suka berjalan-jalan di Kawasan Khartoum.

Aktifitas pekerjaan di pabrik tempat saya bekerja masih berjalan seperti biasa. Tidak ada pengumuman libur. Hanya saja karyawan diminta untuk lebih higienis dan rajin mencuci tangan. Untuk karyawan yang merasa tidak enak badan bahkan flu atau batuk diminta untuk tidak masuk kerja.

Burj Al Fateh, salah satu ikon di kota Khartoum, Sudan
Burj Al Fateh, salah satu ikon di kota Khartoum, Sudan

Kelangkaan Bensin dan Solar

Dua minggu pertama di bulan Maret 2020 ini di Sudan mengalami kelangkaan bahan bakar bensin dan solar. Antrian mobil dan truk mengular di depan pom bensin.

Di awal minggu ketiga ini antrian ini sudah mulai hilang. Kecuali untuk antrian truk yang memang masih sangat panjang. Beberapa truk yang bekerja dengan kami untuk mengantarkan barang ke beberapa cabang di luar kota masih terjebak di antrian.

Pengakuan dari para sopir truk bahwa mereka bisa menghabiskan waktu hingga 3 hari untuk mendapatkan solar dengan harga normal. Ada solar dengan harga tinggi di pasar gelap, namun harganya bisa 10 kali lipat.

Di dalam kondisi kelangkaan bahan bakar, sekarang Sudan diterpa wabah Coronavirus. Beberapa orang yang sakit sudah mulai tidak masuk kerja. Hal ini sedikit banyak mempengaruhi kinerja di perusahaan saya bekerja.

Ilustrasi kelangkaan bensin dan solar di Kota Khartoum, Sudan
Ilustrasi kelangkaan bensin dan solar di Kota Khartoum, Sudan

Mari berdoa. Semoga wabah pandemic COVID-19 di Sudan dan di dunia ini lekas hilang.

Semoga yang sehat selalu sehat dan yang sedang sakit semoga lekas sembuh.

Leave a Reply