Sudan – Indonesian-Sudanese Cultural Night 2017

Sudan - Indonesian-Sudanese Cultural Night 2017

Indonesian-Sudanese Cultural Night berhasil digelar di kota Khartoum, pada 13-14 April 2017. Kegiatan yang diinisiasi oleh KBRI Sudan dan disponsori oleh Indomie dan Pasific Tour & Travel ini disambut meriah oleh para anak migran Indonesia dan masyarakat Sudan yang tidak kalah heboh. Lumayan kan cari hiburan di akhir pekan.

Apa yang menarik dari acara ini?

Indonesian-Sudanese Cultural Night 2017 langsung mendatangkan para penari dari sanggar tari Svadara dari Jakarta. Penari ini membawakan kurang lebih 8 tarian, mulai dari tari Biang Kerok, tari Piring, dll.

Kegiatan ini digelar selama 2 kali. Yang pertama pada Kamis malam, 13 April bertempat di Al Birkhatul Mulk. Sebuah gedung pertemuan yang lokasinya tidak jauh dari bandara Khartoum. Acara ini dibuka oleh Wakil Presiden Republik Sudan. Uniknya, sang wakil presiden tidak dikawal secara ketat oleh bodyguard berbadan samson. Pokoknya macam pak lurah yang datang rapat ke kantor kelurahan.

Acara pada malam pertama ini, malam pertama macam pengantin baru aja, diawali dengan pemutaran video Wonderful Indonesia. Ya itung-itung promosi wisata Indonesia. Selanjutnya diisi dengan acara tari-tarian yang dibawakan oleh personil Svadara. Tentu saja tari-tarian tradisional lho ya, bukan tarian erotis.

Acara kedua,¬†Indonesian-Sudanese Cultural Night 2017 diselenggarakan pada esok malamnya, Jumat malam di Green Yard. Semacam ruang terbuka hijau, atau biasa kita sebut dengan alun-alun. Ya karena serupa alun-alun, Green Yard ini didatangi banyak orang. Ada yang sekedar pacaran, momong anak, duduk selonjor sambil merokok, ada yang main bola, ada yang main tinju (ini serius lho, ada ring tinju di pinggir lapangan, mungkin tinju amatir), dan yang paling unik ada yang main dadu macam judi. Hehehe…

Foto selfie
Fotonya Selfie

Rupanya acara di Green Yard ini kurang sukses. Angin berdebu menerjang malam ini, kalau kalian pernah menonton James Bond 007 yang berantem di Dubai, terus ada badai pasir, ya kira-kira seperti itulah. Tapi uniknya, tidak ada di antara masyarakat Sudan yang beranjak pulang. Makin malam justru makin ramai. Kenapa? Karena ada doorprize tiket PP Khartoum-Jakarta-Khartoum dan tinggal selama 3 hari di Indonesia. Lah,, semua orang jadi ngarep lah biar dapetin doorprize ini.

Doorprize hanya khusus untuk orang Sudan. Itung-itung supaya mereka bisa berwisata ke Indonesia. Hehehe.. Akhirnya ada 2 (dua) orang yang berhasil membawa pulang hadiah ini. Lumayan, dapat tiket gratis liburan.

Baca juga : Menghabiskan Akhir Pekan di Sudan

Indonesian-Sudanese Cultural Night
Berfoto bersama para penari

Leave a Reply