Menikmati pemandangan Sungai Nil di sore hari

Rasanya Mati Air di Egypt

Di negara yang penuh gurun pasir ini, 100% air berasal dari Sungai Nil. Dari Sungai Nil inilah, air dipompa ke pelosok negeri. Air diambil sebagai air pengairan mulai dari upper Egypt (Aswan, Luxor, Sohag, Asyut, Minya, dan kota lainnya), bagian tengah yaitu Greater Cairo, hingga daerah delta (Mansoura, Port Said, Alexandria, dll). Air dari Sungai Nil dipergunakan utamanya untuk air minum, untuk rumah tangga, hingga industri dan pertanian. Yang saya heran, setiap hari airnya diambil namun rupanya Sungai Nil tidak pernah kering. Kok bisa ya? Apakah tidak pernah mati air di Egypt ini?

Sebenarnya Sungai Nil pernah mengering, tepatnya pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Mendengar berita Sungai Nil mengering, beliau lantas menulis surat kepada Sungai Nil. Diutusnya Amru bin al-‘As untuk membawa surat ke si Nil, lalu mengalirlah lagi air Sungai Nil. Kelengkapan ceritanya kamu bisa browsing sendiri. Maaf, soalnya saya bukan mau mendongeng. Hehehe 😀

Kembali lagi ke cerita air. Di Egypt ini, di pinggir-pinggir jalan banyak terdapat coldier. Apa itu coldier? Coldier adalah alat pemroses air (mirip dispenser tapi berbahan logam) sehingga tersaji air siap minum. Bila kita minum air dari alat ini rasanya segar sekali. Agak sedikit bau kaporit memang, tapi saya rasa tetap aman. Buktinya orang Egypt setiap hari minum dari coldier mereka tetap sehat. Badannya malah besar-besar. 😀

Meskipun air melimpah, pada musim panas selama seminggu sekali, atau dua kali, terjadi mati air. Hal ini terjadi karena volume air di Sungai Nil menyusut (ini murni perkiraan saya), sehingga aliran air ke beberapa daerah berkurang. Maka dari itu, waspadalah. Mati air berarti kita tidak bisa mandi, tidak bisa mencuci pakaian dan perabotan, bahkan kita tidak bisa buang air. Semua air berasal langsung dari Sungai Nil tanpa melalui tendon seperti rmah-rumah yang ada di Indonesia.

Antisipasi kalau mati air

Dari 2 kali mati air selama 2 minggu sebelumnya. Saya perhatikan, rupanya mati air di flat saya ini jadwalnya tiap hari Selasa.Untuk mengantisipasi, malam sebelumnya, saya menggunakan gallon bekas air minum dan mengisinya dengan air kran. So, pagi-pagi tidak perlu nebeng mandi atau buang air di flat sebelah. Hehehe 😀

Nebeng mandi atau nebeng buang air hanya bisa dilakukan di flat yang beda gedung. Mati air biasanya berlaku untuk satu gedung dalam satu jalur air. Bisa jadi, flat teman kita yang beda jalur airnya, kran airnya tetap menyala. Maka, bila mati air rajinlah menanyakan ke flat teman, mati atau tidak airnya. Bila tidak mati, maka kita bisa minta ijin nebeng mandi, hehe.. Salah satu tips bertahan hidup di negara gurun adalah rajin mandi. Karena memang suhu udaranya sangat panas. Tidak mandi tidak apa sebenarnya. Orang Egypt juga jarang mandi, ditandai dengan badannya yang bau. Kamu mau punya badan bau?

Hidup di perantauan yang benar-benar asing, setiap hari kita harus mengasah indra dan insting. Perbedaan geografis, iklim, cross culture, dan lain-lainnya membuat kita jadi paham, betapa kayanya dunia ini. Betapa kerdilnya kita hidup di satu tempat tapi sudah koar-koar merasa tahu banyak hal.

Eitss.. tapi hidup bukan soal kerdil atau besar, miskin atau kaya, atau sering traveling atau tidak. Bukan soal itu. Hidup adalah soal: kamu berguna bagi orang lain atau tidak.

Oke fine. Kita bahas lain kali, saya mau mandi dulu 😀

Leave a Reply