Mengunjungi Karnak Temple dan Valley of The Kings di Luxor

Colonnaded design of Hatshepsut temple

Tepat 2 (dua) tahun selama saya tinggal di Egypt akhirnya waktu ini datang juga. Bulan Februari 2017 adalah waktu dimana saya bisa mengunjungi Karnak Temple dan Valley of The Kings di Luxor. Dulu tidak sempat membayangkan saya bisa berjalan-jalan ke salah satu tempat yang memiliki peradaban paling tua di dunia.

Luxor pada jaman dahulu adalah kota kuno Thebes. Ibukota dari Upper Egypt selama jaman New Kingdom. Luxor juga merupakan kota dari Dewa Amun, yang kita kenal kemudian dengan nama Dewa Amun-Ra.

Map of Ancient Egypt and Nubia
Peta Mesir Kuno dan Nubia

Untuk pergi Luxor ada berbagai macam cara yang bisa ditempuh. Kita bisa menggunakan bis, kereta api, kapal nile cruise, dan kapal terbang. Untuk yang ke sekian kalinya selama bertualang di Egypt, lagi-lagi saya memilih pergi menggunakan Go-Bus. Go-Bus menurut saya adalah pilihan bagus untuk menjelajah Egypt dari Cairo ke kota manapun di Egypt. Alasannya adalah karena budget untuk naik bis ini murah. Dengan bis pula kita bisa melihat budaya dari Egyptian dari setiap kota yang kita lewati. Tidak ketinggalan pula ketika bis ini berhenti di rest area, maka kita bisa melihat kehidupan mereka. Pokoknya menarik.

Pilihan pertama untuk traveling di Egypt adalah naik kereta. Selain karena biayanya yang murah, badan juga tidak terasa begitu capek dibanding naik bus.

Pilihan berikutnya adalah naik kapal nile cruise. Bila kamu punya uang lebih, naik kapal adalah pilihan terbaik. Kamu berangkat dari kota Cairo, menyusuri sungai Nil, dan si kapal akan berhenti di tiap kota yang memiliki situs bersejarah. Tur menggunakan kapal ini sudah termasuk ongkos perjalanan, kamar tidur di kapal, makan selama perjalanan, dan transportasi dari kapal ke tempat wisata. Wisata dengan kapal ini amat cocok bagi pasangan muda yang sedang berbulan madu. Saya tidak sempat naik kapal nile cruise karena cuti yang saya ambil amat singkat, hanya 4 hari. Padahal untuk naik kapal nile cruise, minimal satu minggu. Mengapa satu minggu? Karena ada banyak sekali kuil dan tempat wisata di sepanjang sungai Nil dari Cairo hingga Abu Simbel.

Pilihan terakhir adalah naik pesawat terbang. Kamu pasti tahu sendiri bagaimana biayanya. Namun bila tidak ada pilihan lain, naik pesawat terbang layak kamu coba.

Temples and sites between Luxor and Aswan
Peta kuil firaun di sepanjang Sungai Nil antara Luxor-Aswan

Tempat wisata di Luxor

Bila kita mendengar kata Luxor, yang terlintas di pikiran adalah kota yang jauh berada di Upper Egypt. Namun lebih dari itu, Luxor adalah kota kuno tempat dulu Firaun memerintah Egypt. Ada banyak sekali lokasi yang bisa kamu kunjungi. Kebanyakan adalah kuil-kuil yang berada di kiri dan kanan sungai Nil.

Luxor Central Map
Luxor Central Map
Luxor Temple

Saya beruntung bisa masuk ke area kuil ini. Komplek kuil yang berada di sisi timur sungai Nil ini adalah kumpulan kuil yang cukup luas. Lokasi ini begitu dekat dengan pusat kota Luxor dan tidak begitu jauh dari stasiun kereta. Amat cocok dikunjungi ketika sore hari sambil melihat matahari terbenam.

View of Luxor Temple
Pemandangan Luxor Temple
Karnak Temple

Dulu, saya hanya bisa membayangkan Karnak Temple lewat film Transformers: Return of the Fallen. Di Karnak Temple itulah Optimus Prime bertarung dengan Megatron, Starscream, dan the Fallen. Selain Transformers, Karnak Temple juga muncul di film The Mummy Returns. Kala itu Rick O’Connell harus pergi ke Karnak Temple supaya bisa bertemu dengan Scorpion Kings.

Karnak Temple adalah komplek kuil yang begitu luas. Saya datang pada pukul 2 siang dan hingga sore hari jam 5 masih belum mampu berkeliling semua komplek. Saran saya, luangkan waktu satu hari bila kamu ingin mengelilingi seluruh komplek Karnak Temple.

General view of Karnak Temple
Karnak Temple tampak dari depan
View of Karnak Temple
Karnak Temple teknik arsitekturnya begitu bagus
Ram statues at Karnak Temple
Patung Ram di Karnak Temple
Ramses II statue
Patung Ramses II yang terkenal
Valley of the Kings

Ketika memasuki Valley of The Kings, perasaan saya seperti masuk ke dalam labirin waktu kembali ke ribuan tahun yang lalu. Berjalan di antara bukit bebatuan yang gersang serta jalan berkelok menuju pemakaman para raja. Di lembah inilah para raja atau yang kita kenal dengan Firaun, dikubur. Informasi yang saya dengar dari pemandu, ada alasan tersendiri mengapa makam Firaun yang terdahulu dikubur di dalam piramida, kemudian pada generasi berikutnya mereka dikubur di Valley of The Kings.

Cerita punya cerita, ketika para Firaun ini dikubur di piramida, banyak para pencari harta karun yang datang dan masuk ke dalam piramida untuk mencuri harta dan emas yang ikut dikubur. Para Firaun menyadari hal ini, sehingga kemudian mereka menyiapkan lokasi lain untuk makam mereka. Dan dipilihlah Valley of the Kings ini karena lokasinya yang berada di antara bukit-bukit yang mana akan sulit dilalui oleh para pencari harta karun.

Untuk menuju lokasi makam para raja ini, dari loket pembelian tiket kita harus naik kereta yang disediakan pengelola. Turun dari kereta, kita harus berjalan kaki ke dalam komplek. Total ada sekitar 63 makam firaun yang diketahui saat ini. Yang paling terkenal adalah makam dari Tutankhamun, dengan julukannya Curse of the Pharaoh.

View of the Valley of the Kings
Pemandangan di Valley of the Kings
Valley of the Queens

Ini adalah lokasi para ratu Firaun ini dikubur. Tidak banyak yang diketahui dari lokasi ini. Saya pun hanya melihat-lihat dari luarnya saja. Lokasinya berada di antara Valley of the Kings dan Deir el Median (City of Workers).

General view of the Valley of the Queens
Valley of the Queens dilihat dari atas
Deir el Bahri dan Temple of Hatshepsut

Hatshepsut adalah anak perempuan satu-satunya dari Thutmose 1. Kala itu, pemimpin perempuan amatlah jarang di Egypt. Kamu bisa membaca sejarahnya di Wikipedia disini >> https://en.wikipedia.org/wiki/Hatshepsut.

Kuil Hatshepsut adalah kuil yang memiliki nilai arsitektur tinggi. Selain kuil, Hatshepsut juga meninggalkan apa yang dinamakan The Unfinished Obelisk di Aswan. Nanti akan saya ceritakan di blogpost saya yang lain. Selama 21 tahun pemerintahannya, Hatshepsut meninggalkan banyak peninggalan. Mungkin memang disengaja agar namanya dikenang oleh rakyatnya.

Colonnaded design of Hatshepsut temple
Kuil Hatshepsut yang pemandangannya sungguh wow

Iklim dan Kondisi Kota Luxor

Secara geografis, Luxor berada di wilayah Upper Egypt. Upper Egypt adalah istilah untuk menyebut daerah yang berada di luar Cairo, ke arah hulu sungai Nil. Ada juga istilah Delta, yaitu daerah yang berada di Cairo ke arah muara sungai Nil. Kondisi yang berada jauh ke arah hulu dan dikelilingi gurun pasir yang luas membuat kota ini begitu panas, apalagi ketika musim panas. Kondisi panas ini memiliki keuntungan, terutama untuk pertanian tebu. Maka tidak heran, tebu yang bagus untuk jus tebu dihasilkan dari kota Luxor.

Orang-orang di kota Luxor kebanyakan bekerja di sektor pariwisata. Diantaranya membuka hotel, restoran, taksi, kerajinan tangan, toko, dan sebagian lagi bekerja sebagai petani, terutama petani tebu. Perlu diketahui juga bahwa pada tahun 1997 ada pembunuhan masal oleh teroris. Pada saat itu sekitar 64 orang meninggal dunia, 59 itu adalah turis. Sejak saat itu pariwisata di Egypt turun drastis hingga sekarang.

Tiket masuk wisata tahun 2017

Tiket bus Nasr City – Luxor = 125 EGP
Tiket masuk Karnak Temple = 40 EGP
Tiket masuk Valley of The Kings = 50 EGP
Tiket masuk Valley of The Queen = 25 EGP
Tiket naik kereta = 2 EGP

Rate rollar 1 USD = 18 EGP

Tips dan Trik berwisata ke Luxor

Ada beberapa saran yang ingin saya berikan ke teman-teman yang ingin jalan-jalan mengunjungi Karnak Temple dan Valley of the Kings di Luxor.

  1. Bawa tour guide mahasiswa dari kampus Al Azhar. Keberadaan mereka sangat membantu apalagi untuk kamu yang datang dari luar Egypt yang memiliki keterbatasan dalam berbahasa Arab. Mereka pun bisa membantu kamu bila kamu berurusan dengan orang setempat, diuber-uber calo, membantu mencarikan hotel yang murah dan nyaman, atau membantu menawar harga cindera mata yang kadang ditawarkan begitu mahal.
  2. Waktu yang tepat untuk pergi Luxor adalah antara bulan Desember hingga Februari. Waktu ini adalah musim dingin di Egypt. Harus kamu ketahui bahwa musim dingin di Cairo yang begitu dingin, di Luxor akan terasa hangat. Jadi jangan coba pergi ke Luxor pada bulan-bulan Agustus-November. Kamu bisa gosong kepanasan. Saat musim panas paling seru jalan-jalan ke pantai di Dahab atau Sharm el Sheikh untuk berenang.
  3. Bawa topi, kaca mata hitam, baju lengan panjang untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.

2 Comments


  1. mohon maaf koreksi, sdg itu mata uang sudan

    Reply

Leave a Reply