Galata Tower in Istanbul, Turkey

Traveling ke Turki dengan Budget 500 USD per Orang

Banyak yang tidak percaya bahwa kemarin waktu saya pergi ke Turki, saya hanya menghabiskan uang 500 USD. Karena saya pergi berdua dengan istri, jadi kami menghabiskan dana sebesar 1000 USD. Kok bisa? Saya kasih tahu tips cara traveling ke turki dengan low budget 500 dollar.

Perlu diketahui bahwa ada banyak jenis operator maskapai yang mengadakan promo pada bulan-bulan tertentu. Biasanya pada bulan April, Juni, Juli, Agustus. Di awal dan akhir tahun jangan berharap ada promo. Harga tiket pesawat pada bulan-bulan tersebut biasanya mahal. Jadi pantau terus website penyaji harga-harga tiket pesawat.

Awal cerita Traveling ke Turki dengan Budget 500 USD

Cerita awal mengapa bisa traveling ke Turki dengan low budget 500 USD adalah karena saya dan teman saya mendapat tawaran tiket promo dari seorang mahasiswa. Sebagai informasi saja, mahasiswa di luar negeri memang biasanya nyambi bekerja alias cari pendapatan dengan cara jualan tiket pesawat. Nah si mahasiswa ini nawarin lah ke saya dan teman saya. Akhirnya kami ambil lah tawaran tersebut.

Langkah selanjutnya setelah kita memperoleh tiket pesawat murah adalah mengurus visa. Saya coba cari-cari informasi mengenai cara mengurus visa ke Turki. Kebetulan sebagai warga negara Indonesia (WNI) kita memperoleh fasilitas Visa On Arrival dari Turki. Visa tersebut bisa kita peroleh ketika kita sampai di bandara Turki. Atau langkah kedua, kita mengurus visa tersebut via online.

Traveling ke Turki dengan budget 500 usd ke Hagia Sophia di Istanbul, Turki
Hagia Sophia di Istanbul, Turki

Rincian Biaya

Saya akan coba perjelas rincian biaya yang saya keluarkan, mulai dari tiket pesawat, aplikasi visa, dan uang saku. Sebelumnya pernah saya bahas juga sebelumnya di tautan ini >> Itinerary 5 hari di Istanbul, namun tidak begitu rinci seperti sekarang.

Tiket pesawat = 210 USD
Visa = 25 USD
Hotel = 50 USD
Makan dan jajan = 35 Lira x 2 kali x 5 hari = 350 Lira = 77 USD
Akomodasi dan transportasi = 30 USD
Tiket masuk museum dan lain-lain = 100 USD

Kalau ditotal semuanya, mepet banget sekitar 500 USD untuk perjalanan selama 5 hari 4 malam di Istanbul, Turki. Rate waktu saya ke Istanbul pada bulan Juni tersebut adalah pada kisaran 4.5 Lira hingga 4.6 Lira per 1 USD.

Tiket Pesawat

Tiket pesawat seharga 210 USD pakai tiket promo yang dibeli dari agen tiket mahasiswa. Pemberangkatan dari bandara Khartoum-Sudan dan mendarat di bandara Sabiha Gökçen International Airport.

Berangkat 14 Juni malam, sampai di Turki 15 Juni siang.

Pulang 19 Juni malam, sampai di Sudan 20 Juni sore.

Visa on Arrival ke Turki

Untuk pengurusan visa wisata atau visa turis ke Turki sangat mudah sekali. Teman-teman bisa langsung mengunjungi website berikut >> http://www.evisa.gov.tr/info

Website pengajuan visa turis ke Turki
Website pengajuan visa turis ke Turki

Kalian bisa langsung ikuti saja prosedur yang ada di dalam website tersebut. Waktu yang dibutuhkan pun tidak lama, hanya sekitar 30 menit hingga 1 jam.

Jangan lupa siapkan juga nomor kartu kredit yang masih aktif. Waktu itu saya menggunakan kartu kredit milik kakaknya Fajar.

Pengajuan visa membutuhkan biaya 25 USD
Pengajuan visa membutuhkan biaya 25 USD

Perlu diketahui, visa turis yang kita buat ini berlaku selama 6 bulan. Bisa dilihat pada gambar berikut.

Visa berlaku selama 6 bulan, dari bulan Juni 2018 hingga December 2018.

Durasi kunjungannya selama 30 hari alias 1 bulan. Jadi teman-teman bisa tentukan sendiri akan berangkat bulan apa. Oh ya, biaya urus visanya sebesar 25 USD.

Contoh visa ke Turki
Contoh visa ke Turki

Hotel

Untuk hotel teman-teman bisa cari lewat booking.com atau website booking hotel lainnya. Caranya pun sangat mudah. Lagi-lagi, siapkan kartu kreditnya ya. Karena sebagian besar hotel murah di Turki pasti meminta kartu kredit sebagai jaminan.

Untuk hotel, kami memilih hotel di sekitar Blue Mosque alias Sultanahmet Square. Ini adalah kawasan wisata utama di kota Istanbul. Lokasi ini dekat dengan stasiun trem, dekat dengan Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi Palace, dan berbagai tempat lain. Pokoknya kemana-mana dekat. Tinggal naik trem saja.

Hotel yang kami tempati tarifnya 260$ untuk 5 malam. Kami memilih hotel yang terdiri dari 2 kamar, 1 kamar kami tempati untuk laki-laki, yang 1 kamar untuk perempuan. Perlu saya sarankan juga, cari hotel atau penginapan yang punya dapur kecil juga di dalamnya. Kami mencari fasilitas ini supaya bisa memasak.

Hostel in Istanbul Recommended
Hostel in Istanbul

Makan dan Jajan

Untuk urusan makan, karena kami jalan-jalan berlima, ada tips yang bisa teman-teman tiru nih supaya ngirit. Makan pagi, kami biasanya masak sendiri di hotel. Karena di hotel tempat kami menginap disediakan dapur kecil. Kami membawa mie instan dari rumah. Supaya tidak bosan makan mie instan yang rasanya itu-itu saja, kami membeli telur, kornet, sozis, sayur, dan lain sebagainya dari warung dekat hotel. Membeli bahan makanan mentah di kota Turki khususnya, sangat bisa menekan biaya makan.

Selesai makan pagi sekitar jam 8.00 pagi, kami langsung bergegas jalan-jalan. Karena tempat wisata di Turki cenderung dekat satu sama lain, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki, biasanya pada pukul 13.00 atau pukul 14.00 kami sudah merasa lapar lagi. Nah ketika siang ini kami makan di restoran.

Enjoy the meal in restaurant in Istanbul
Enjoy the meal in restaurant in Istanbul

Selesai makan lanjut jalan-jalan lagi hingga malam hari. Capek memang, tapi kami nggak mau rugi. Waktu yang terbatas harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengunjungi tempat-tempat yang unik di Istanbul khususnya.

Tarif makan di restoran di kota Istanbul berkisar antara 30-50 Lira. Tergantung menu yang teman-teman pesan apa. Untuk menu standard seperti Nasi Biryani dengan lauk sayur dan ayam saus khas Turki, harganya sekitar 35 Lira. Kalau dirupiahkan sekitar 7,5 USD atau sekitar Rp 110.000,-.  Kalau kamu tahan lapar, kamu bisa hanya membeli shawarma dengan harga 10 Lira atau sekitar 2 USD.

Shawarma penunda lapar
Shawarma penunda lapar

Tiket Masuk Museum

Saya sarankan untuk membeli tiket paket museum. Saya pernah tulis sebelumnya di link berikut ini >> xxx. Jadi tiket paketan ini bisa kamu gunakan untuk beberapa museum yang ada di Istanbul. Harganya jauh lebih murah dibanding bila kamu membeli secara eceran tiap kali mau masuk museum.

Tiket yang saya beli namanya Museum Pass. Bentuknya kartu. Jadi tinggal gesek saja ketika mau masuk museum. Pastikan tiket ini memiliki logo fast track. Dengan logo fast track di Museum Pass kita tidak perlu antri tiket seperti pengunjung yang lain. Langsung saja menuju ke pintu masuk, tap Museum Pass di mesin yang ada, lalu langsung masuk deh kita ke museum.

Tiket ini bisa dipakai untuk masuk ke Hagia SophiaTopkai Palace and the Harem, Hagia Irene, Istanbul Archaelogical Museums, Istanbul Mosaic Museum, Museum of Turkish and Islamic Arts, Museum of the History of Science and Technology in Islam, Galata Mevlevi House Museum, Yildiz Palace Museum, Rumeli Hisar Museum, dan Fethiye Museum.

Dengan museum pass kita tidak perlu lagi antri di loket
Dengan museum pass kita tidak perlu lagi antri di loket

Tiket Naik Trem

Pemakaian uang cash di Turki sudah semakin sedikit. Untuk urusan naik angkutan umum sudah pakai kartu seperti halnya naik Busway atau Transjakarta. Kartunya bisa dipakai untuk isi ulang. Dan kalau pakai kartu kamu juga dapat potongan khusus. Sebenarnya bisa saja kamu beli secara eceran. Tapi kalau tujuannya untuk jalan-jalan, mending belikan saja kartu pintar ini.

Nama kartunya adalah Istanbul Metro. Kartu ini bisa digunakan untuk naik Trem dan bis yang tergabung dalam jaringan Istanbul Metro.

Istanbulkart kartu pintar untuk menjelajahi Istanbul
Istanbulkart kartu pintar untuk menjelajahi Istanbul
Isi ulang Istanbul Kart di mesin dekat stasiun
Isi ulang Istanbul Kart di mesin dekat stasiun
Menunggu trem datang
Menunggu trem datang

Paket Data

Ketika kamu mendarat di bandara Sabiha Gökçen International Airport maupun Mustafa Kemal Attaturk International Airport, kamu bisa melihat ada banyak sekali gerai yang menjual kartu perdana. Pilih saja sesuai kebutuhan kamu.

Kami memilih paketan dari Turkcell seharga 90 Lira untuk kuota 12 GB. Kuota ini kami bagi berlima. Kebetulan Fajar bawa wifi portable. Kalau kamu tidak punya, jadikan saja salah satu handphone kalian sebagai personal hotspot. Cukup beli 1 kartu perdana saja.

Internet provider, Turkcell
Internet provider, Turkcell

Tips Lain Biar Lebih Irit

Di Istanbul ada banyak toilet umum, jadi jangan khawatir kalau kamu kebelet waktu jalan-jalan. Toiletnya berbayar lho ya. Berapa biayanya? 1 Lira. Masukan saja koin 1 Lira ke mesin yang ada.

Teman-teman pasti pernah melihat atraksi es krim yang diputer-puter yang akan bikin kita jengkel karena si tukangnya ngerjain kita. Jangan terkecoh. Kalau kamu memang ingin melihat atraksinya, lihat saja turis lain. Kalau mau ngirit, cukup beli dengan 1 atau 2 varian rasa saja. Mereka ngitungnya harga es krimnya pakai jumlah flavor yang kita pesan. Plus biaya atraksi itu. Waktu itu saya beli es krim harganya sekitar 60 Lira, terdiri dari 4 rasa. Kami berlima kena semua. Hadi harus bayar sekitar 300 Lira. Haduh tekor dah.

Beli Es Krim di Istanbul
Beli Es Krim di Istanbul

Beli roti di pinggir jalan untuk pengganjal perut ketika lapar. Harganya murah, 3-5 Lira. Ukurannya besar. Ketika jam makan belum datang tapi kita sudah merasa lapar, makan saja roti itu. Enak dan murah.

Tukang Roti di Istanbul
Tukang Roti di Istanbul

Siapkan payung atau jas hujan plastik berharga murah ketika kamu berangkat ke Turki pada bulan selain musim panas. Lebih baik bawa dulu. Toh tidak begitu berat. Daripada beli payung atau jas hujan di sana, harganya bisa buat beli shawarma 1 buah.

Di Istanbul khususnya ada banyak masjid dengan arsitektur yang indah. Masjid adalah tempat kami ngadem dan ngaso kalau sedang kecapekan. Tentu saja sambil foto-foto.

Suasana di dalam Blue Mosque
Suasana di dalam Blue Mosque

Itulah teman-teman, cerita dibalik Traveling ke Turki dengan Budget 500 USD. Semakin sering jalan-jalan, naluri ngirit kita akan semakin terlatih. Berteman juga dengan teman yang jago ngirit namun juga cerdas. Jangan cuma mau iritnya doang, tapi nggak bisa menikmati travelingnya.

Jadi, selanjutnya kemana kita?

Leave a Reply