Pernikahan di Gedung Sewa Yang Mewah di Sudan

Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Pernikahan di Sudan

Tadi malam saya baru saja menghadiri pernikahan kerabat dari salah satu direktur di tempat saya bekerja. Ini adalah kali ke-9 saya menghadiri pesta pernikahan di Sudan. Pertama kali datang ke pernikahan anak Pak Hamid (Personalia), pernikahan Akam (Purchasing), pernikahan Sabir (Warehouse), Kabuki (Kasir Distribusi), adiknya Sanaa (Personalia), Mohamed (anak direktur), keponakannya pak direktur, Muntasi (Mandor Produksi) dan Saddam (Operator Produksi).

Di tengah kondisi Sudan yang sedang banyak demo ini, pernikahan tetap saja dilangsungkan. Negara boleh saja carut marut, namun kebahagiaan pernikahan tidak dapat ditunda.

Baca juga tentang >> Kondisi Sudan Saat Ini

Pernikahan di Sudan biasanya sudah diatur oleh orang tua kedua pasangan. Dan hal ini masih terjadi hingga sekarang. Baik di tingkat penduduk berpendapatan rendah maupun orang kaya dan terpelajar.

Di Sudan pun masih ada perjodohan. Jadi jangan heran masih ada laki-laki yang menikahi perempuan yang mana ia merupakan sepupu atau keponakan. Paling tidak masih dalam satu suku atau kelas sosial yang setara.

Kedua orang tua melakukan negosiasi dan ini hal lumrah bahwa antara mempelai pria dan wanita tidak bertemu sebelumnya sebelum hari H pernikahan. Perbedaan usia antar kedua mempelai juga ada yang amat jauh. Mungkin bisa sampai 10 tahun.

Hal ini sudah biasa karena paling tidak laki-laki yang mau menikah harus memiliki pekerjaan dan mampu menghidupi keluarganya. Beberapa bahkan mensyaratkan harus memiliki rumah, meskipun masih ngontrak. Belum lagi untuk biaya pembelian perhiasan, pakaian, furnitur, bahkan pada beberapa suku harus memberikan ternak. Itulah model seserahan di Sudan.

Di kelas menengah di Sudan, wanita biasanya akan menikah setelah mereka menyelesaikan sekolahnya. Biasanya pada usia 19 atau 20, yaitu setelah lulus SMA. Di kalangan menengah ke bawah atau di perdesaan, usia pernikahan wanita lebih rendah lagi.

Makan bersama saat menghadiri Pernikahan di Sudan
Makan bersama saat menghadiri Pernikahan di Sudan

Menu Makan di Pernikahan

Makanan akan disajikan secara piring terbang. Artinya kita datang, salaman dengan keluarga, duduk, kemudian petugas akan menyajikan makanan yang sudah dalam bentuk piring. Menunya macam-macam. Nanti kita akan makan bersama-sama di meja makan.

Untuk perempuan laki-laki tempat menyambut tamunya berbeda. Kalau di gedung pertemuan, biasanya dipisah secara tempat saja. Tapi tidak sampai ditutup tirai.

Menu makan tradisional di salah satu acara Pernikahan di Sudan
Menu makan tradisional di salah satu acara Pernikahan di Sudan

Poligami di Sudan

Poligami adalah hal lumrah di Sudan. Teman-teman di tempat saya bekerja beberapa orang beristri lebih dari 1. Kalau bercanda dengan teman yang belum menikah pun mereka sudah bercita-cita ingin beristri lebih dari 1. Perceraian adalah hal yang tabu dan memalukan. Makanya para istri lebih memilih dimadu.

Keluarga besar biasanya akan tinggal di satu bangunan. Orang-orang di Sudan lebih senang tinggal bersama. Biasanya orang tua tinggal di lantai dasar. Nanti anaknya yang sudah menikah akan membangun rumah di lantai kedua, anak kedua membangun di lantai ketiga, dan seterusnya. Makanya rumah-rumah di Sudan modelnya seperti apartemen. Bagi keluarga yang berada, mereka akan membangun rumah meskipun anaknya belum menikah. Nanti rumah tersebut disewakan ke orang lain.

Di beberapa tempat, suami akan mengikuti keluarga si istri paling tidak untuk satu tahun setelah pernikahan. Atau sampai mereka punya anak pertama. Kemudian mereka akan pindah ke rumah baru mereka.

Hukum Warisan

Dalam hukum Islam, warisan biasanya mayoritas akan jatuh kepada putra laki-laki tertua. Di Sudan, masing-masing suku memiliki hukum sendiri-sendiri. Di daerah Northern Sudan dimana mayoritas adalah orang Arab, harta akan diwariskan pada putra laki-laki tertua. Di suku Azande, harta laki-laki (bapak atau suami) yang meninggal biasanya hartanya (biasanya berupa alat-alat pertanian) dimusnahkan untuk mencegah penumpukan harta. Aneh ya. Berbeda lagi dengan suku Fur, harta peninggalan akan dijual saat si pemiliki meninggal, warisan berupa tanah dimiliki secara bersama dan tidak dibagi-bagi saat kematiaannya.

Klan dan Ikatan Kekerabatan

Di berbagai wilayah di Sudan, masing-masing klan tradisional memiliki perbedaan. Di beberapa wilayah, satu klan memegang semua posisi kepemimpinan, di tempat lain, otoritas diberikan kepada beberapa klan dan sub-klan. Ikatan kekerabatan dihubungkan sesuai garis keturunan ibu dan ayah. Meskipun pada kenyataannya, garis keturunan ayah lebih kuat dan lebih dipertimbangkan.

Leave a Reply