Mengapa Orang Jerman Lebih Produktif Dalam Bekerja? Sebuah Studi Budaya.

orang jerman lebih produktif dalam bekerja

Tulisan saya ini adalah sebuah hasil terjemahan dari tulisan asli di link >> http://science.knote.com/2014/11/10/why-germans-work-fewer-hours-but-produce-more-a-study-in-culture/. Tulisan ini mengungkap lebih banyak tentang studi budaya dari orang Jerman. Mengapa orang Jerman lebih produktif dalam bekerja dibanding orang-orang di seluruh dunia yang jam kerjanya lebih banyak?

Ketika banyak orang Amerika berpikir tentang Jerman, bayangan mereka adalah tentang World War 2 dan Hitler. Namun banyak orang tidak menyadari bahwa Jerman adalah negara industri utama di Eropa. Sebuah negara manufaktur nomor wahid untuk barang-barang kualitas premium yang diekspor ke negara berkembang di Asia. Apalagi tim mekanik dari Volkswagen, semua orang tahu reputasinya.

Mesin ekonomi Uni Eropa adalah Jerman. Jerman menyelematkan UE ketika terjadi krisis ekonomi tahun 2012. Pada waktu yang sama, pekerja dari Jerman menikmati perlindungan pekerja yang tidak seperti biasanya. Mereka menikmati jam kerja yang lebih pendek dibanding jam kerja di negara lainnya. Bagaimana bisa sebuah negara yang menerapkan aturan jam kerja 35 jam/minggu (dengan rata-rata jatah cuti 24 hari/tahun) bisa menjaga produktifitasnya?

komunikasi langsung adalah salah satu kunci produktifitas di jerman
Komunikasi Langsung Sebagai Salah Satu Kunci Produktifitas di Jerman

Jam kerja berarti jam kerja

Dalam budaya kerja Jerman, ketika seorang karyawan sedang bekerja, mereka tidak diperbolehkan melakukan hal lain selain pekerjaan mereka sendiri. Facebook, menggosip dengan teman kerja, membuka Reddit atau Quora, atau berpura-pura membuka file Excel ketika bos berjalan di sekitarmu merupakan perilaku yang amat dihindari di Jerman. Nyatanya, di Amerika Serikat kebiasaan ini diabaikan oleh manajemen. Di Jerman, tidak ada toleransi apabila karyawan mereka melakukan tindakan tidak terpuji tersebut di dalam ruang kerjanya.

Dalam sebuah tayangan dokumenter, “Make Me A German“, seorang peremuan muda Jerman menjelaskan bagaimana terkejutnya dia ketika mencoba bekerja di luar Jerman. Dalam tayangan ini, ia melakukan pertukaran pekerja ke UK.

Saya berada di England untuk sebuah pertukaran karyawan. Saya sedang berada di dalam kantor dan orang-orang berbicara dengan temannya sepanjang waktu tentang hal pribadi mereka. Apa rencana malam ini? Dan selama itu pula mereka minum kopi..”

Dia cukup terkejut dengan sifat kasual pekerja Inggris. Setelah diskusi lebih lanjut, Jerman mengungkapkan bahwa Facebook tidak diperbolehkan di kantor sama sekali, dan tidak ada email pribadi diizinkan.

Berorientasi Tujuan, Komunikasi Langsung Amat Dihargai

Budaya kerja Jerman adalah fokus dan komunikasi langsung. Orang Amerika cenderung menghargai obrolan ringan dan mempertahankan suasana kerja yang ceria. Di saat yang sama orang Jerman jarang bertele-tele. Pekerja Jerman akan langsung berbicara dengan seorang manajer tentang penilaian kinerja, langsung mengemukakan pendapat ketika meeting tanpa ‘pembuka percakapan’, dan menggunakan bahasa komando tanpa melembutkan arahan dengan frasa sopan. Sedangkan orang Amerika akan berkata, “Akan lebih bagus lagi jika Anda bisa mendapatkan ini bagi saya pukul 3 sore, ”seorang Jerman akan berkata,“ Saya membutuhkan ini pada pukul 3 sore ”.

Ketika seorang Jerman sedang bekerja, mereka fokus dan rajin. Pada gilirannya, hal ini mengarah pada produktivitas yang lebih tinggi dalam periode waktu kerja yang lebih singkat.

Orang Jerman Memiliki Kehidupan di Luar Pekerjaan

Orang Jerman menerapkan prinsip work hard and play hard. Sejak pertama masuk kerja mereka akan fokus bekerja dan mengedepankan produktifitas. Dan ketika waktunya beristirahat atau libur mereka betul-betul berhenti bekerja. Karena atmosfer dan lingkungan kerja di Jerman yang fokus, mereka tidak perlu hang out bersama setelah selesai jam kerja. Orang Jerman benar-benar membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan kerja.

Pemerintah Jerman saat ini sedang mempertimbangkan larangan penggunaan email yang berkaitan dengan pekerjaan setelah pukul 18.00. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan smartphone di rumah dan keterkaitan dengan dengan si pemberi kerja. Kamu bisa bayangkan kebijakan ini terjadi di Amerika Serikat?

Untuk menduduki Freizeit (waktu luang) mereka yang berlimpah, sebagian besar orang Jerman terlibat dalam Verein (klub). Secara berkala mereka bertemu orang lain dengan minat yang sama di dalam komunitas. Komunitas yang ada di Jerman diantaranya Sportvereine (klub olahraga), Gesangvereine (paduan suara atau klub bernyanyi), Musikvereine (klub musik), Wandervereine (klub hiking), Tierzuchtvereine (klub pecinta hewan – umumnya kelinci / merpati) dan klub-klub lainnya. Bahkan di desa terpencil di Jerman akan memiliki beberapa Vereinen aktif untuk mengakomodasi kepentingan warga. Daripada berdiam di rumah dan menonton TV setelah bekerja, sebagian besar orang Jerman bersosialisasi dengan orang lain di komunitas mereka dan membudayakan diri mereka sebagai manusia.

Orang Jerman juga menikmati tingginya jatah cuti yang didapat. Cuti yang tetap dibayar ya. Artinya apa, mereka tetap dibayar yang nominal uangnya kira-kira sama dengan 25-30 hari bekerja (UU Jerman meminta 20 hari kerja). Liburan yang lebih panjang artinya keluarga bisa menikmati kebersamaan selama satu bulan penuh. Mereka bisa menyewa apartemen di tepi pantai atau jalan-jalan keluar kota atau luar negeri bersama-sama.

pemerintah jerman amat menjunjung tinggi waktu kebersamaan bersama keluarga
Pemerintah Jerman amat menjunjung tinggi waktu kebersamaan bersama keluarga

Usaha Untuk Menghargai Orangtua

Jerman mengenal istilah yang namanya Elternzeit atau waktu untuk orang tua, yang mana merupakan impian bagi para pekerja di USA. Di Amerika saat ini tidak memiliki undang-undang yang mewajibkan cuti hamil, sementara Jerman memiliki kebijakan perlindungan orang tua yang paling luas di antara negara-negara maju. Kelemahan dari tunjangan cuti melahirkan ini adalah bahwa pihak si pemberi kerja dapat menghindari perekrutan pekerja wanita (dengan ketakutan bahwa mereka akan mengambil keuntungan dari manfaat yang ada). Selain itu ruang publik dan politik Jerman secara konsisten didominasi laki-laki pada tingkat yang lebih tinggi daripada negara-negara maju lainnya, meskipun pemerintah bekerja untuk memberantas tren ini. Manfaat finansial dari tinggal di rumah (baik dari Elternzeit dan Elterngeld atau program uang orang tua) seringkali terlalu bagus untuk dilewatkan bagi ibu Jerman, dan dapat menyebabkan karier yang stagnan.

Istilah “dipecat kapan saja” atau biasa dikenal dengan nama “at will” tidak ada di Jerman. Semua karyawan memiliki kontrak dengan perusahaan tempat dimana mereka bekerja. Orang yang telah bekerja dengan baik selama 12 bulan sebelumnya memenuhi syarat untuk mendapatkan manfaat Elternzeit. Manfaat yang diperoleh mencakup cuti tanpa bayaran hingga tiga tahun dengan aturan sleeping contract. Sleeping contract adalah kontrak yang dibekukan (yang bersangkutan tidak dipecat). Selain itu karyawan juga memenuhi syarat untuk bekerja paruh waktu hingga 30 jam saat cuti. Ditambah lagi perusahaan harus menawari pekerjaan penuh waktu pada akhir cuti. Orangtua juga dapat memilih untuk menunda hingga satu tahun cuti mereka sampai ulang tahun ke-8 anak. Entah memenuhi syarat atau tidak, banyak pasangan membuat pilihan berdasarkan pertimbangan keuangan.

Selain perpanjangan kontrak karyawan, negara bagian akan membayar 67% dari gaji karyawan (dengan batas 1800 Euro per bulan) selama 14 bulan. Orang tua dapat membaginya ke dalam 14 bulan. Manfaat ini berlaku sama untuk pasangan sesama jenis.

Bagaimana menurut kamu?

Taruh Orang Jerman di Kantormu dan Lihatlah

Budaya kerja orang Jerman sangat berbeda dengan kebanyakan kantor di Amerika. Pelajaran yang bisa dipetik adalah soal working balance. Orang Jerman betul-betul bisa menerapkan life balancing dalam kehidupan mereka. Memisahkan antara bekerja dan bermain dapat membantu kehidupan kita menjadi lebih seimbang. Mematikan smartphone setelah selesai bekerja memberikan waktu untuk beristirahat, istilahnya mental break dari tekanan kerja. Manfaat yang didapat adalah esok paginya kita bangun pagi dengan segar dan siap bekerja dengan semangat.

Ketika ada sebuah pekerjaan yang harus diselesaikan, maka matikan Facebook dan notifikasi yang ada, ini bisa membantu pikiran kamu tetap tenang dan stabil. Komunikasi langsung dapat membantu meningkatkan efisiensi, dan lebih banyak kejelasan yang didapat di antara tim kerja. Orang Amerika seringkali menyamakan bahwa jam kerja yang lebih lama sepadan dengan meningkatnya produksi dan etika kerja yang baik.

Dengan melihat model kerja orang Jerman kita jadi bertanya: Ketika tiba waktunya untuk bekerja, maybe less really is more!

sebuah pemandangan di kota muenchen jerman
Pemandangan di kota Muenchen, Jerman

Gutenberg

Tulisan ini dibuat dengan menggunakan tool baru dari wordpress


Mari coba menulis menggunakan Gutenberg!

1 Comment

Leave a Reply