Pendakian Gunung Sinai, Perjalanan Penuh Makna

Pendakian Gunung Sinai, Perjalanan Penuh Makna

Gunung Sinai (Arabic: طُور سِينَاء‎, Ṭūr Sīnāʼ; Egyptian Arabic: جَبَل مُوسَى‎, Jabal Mūsā or Gabal Mūsā, ‘Moses’ Mountain” atau “Mount Moses’; Hebrew: הר סיני‎,  Har Sinai‎; Latin: Mons Sinai) adalah gunung yang berada di Semenanjung Sinai. Gunung ini adalah gunung suci bagai penganut agama Ibrahim (Yahudi, Nasrani, Islam). Gunung Sinai adalah tempat Nabi Musa AS menerima wahyu atau yang biasa disebut sebagai Ten Commandments.

Pemandangan Jalur Pendakian Gunung Sinai
Lokasi Saint Catherine city

Perjalanan menuju Gunung Sinai hanya bisa ditempuh dengan menggunakan mobil atau bus. Tidak ada jaringan kereta api menuju Sinai. Bila kamu hendak menggunakan mobil pribadi, maka kamu tinggal mengikuti saja petunjuk arah yang ada di tepi jalan. Mulai dari Cairo, Suez Canal, Ras Sedr City, Ras Matarma City, Abu Zenima, Ras Abu Rudeis, dan ketika menemui pertigaan Ras Sedr kamu bisa belok kiri untuk menuju Saint Catherine City.

Perjalanan saya menuju Gunung Sinai kali ini menggunakan bus. Saya naik Go Bus, bisa dicek di website-nya: https://go-bus.com. Untuk mengetahui jadwal kesana. Selain Go Bus, ada juga bus lain seperti Delta East Travel. Kami memilih Go Bus karena lokasi terminalnya dekat dengan rumah kami. Saya berangkat jam 4.00 dini hari. Hari keberangkatan saya waktu itu adalah bulan April 2016. Saya berangkat bersama teman saya mahasiswa Al Azhar, namanya Aan.

Tampilan situs Go-Bus

Available in:

Playstore : https://itunes.apple.com/eg/app/gobus/id906296061?mt=8

Google Play : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.gobuseg&hl=en

Perjalanan Sharm El Sheikh – Saint Catherine

Harus diketahui bahwa Go Bus tidak melayani rute langsung Cairo-Saint Catherine. Waktu itu kami memilih rute Cairo-Sharm el Sheikh. Kami berencana untuk melakukan perjalan estafet, Cairo-Sharm el Sheikh lalu Sharm el Sheikh-Saint Catherine. Kami sampai di kota Sharm el Sheikh pada pukul 13.00 siang. Begitu bus sampai di terminal kota, kami langsung menuju loket tiket untuk memesan bus malam Sharm el Sheikh-Saint Catherine. Informasi dari penunggu loket, rupanya bus baru ada sekitar jam 22.00 malam. Terlalu lama bila kami harus menunggu, akhirnya kami putuskan untuk men-carter mobil pribadi menuju Saint Catherine.

Perjalanan menuju Saint Catherine ditempuh dalam waktu 4 jam. Kami menggunakan mobil sedan sewaan jenis Mitsubishi Lancer. Mobil carteran paling gaul yang pernah kami sewa. Saya berdua dengan Aan membayar 400 EGP, atau sekitar 26 USD, dengan kurs dollar waktu itu 15 EGP/USD. Cukup murah bukan?

Perjalanan dimulai dari Sharm El Sheikh menuju Saint Catherine. Rupanya di tengah jalan si sopir ini menaikan lagi penumpang lain. Adalah dia bule Jerman yang naik bersama kami. Sialan. Rupanya si sopir menjual lagi 1 seat kosongnya untuk orang lain dengan biaya yang sama. Tidak apalah. Rejeki si sopir kali ini.

Obrolan begitu santai dan asik di jalan. Sopirnya gaul, bahasa Inggris pun lancar. Rupanya ia biasa membawa turis berkeliling Sinai. Usik punya usik, si bule Jerman ini hendak menuju Nuweiba. Ini adalah kesekian kali baginya berkunjung ke Egypt. Pertama kali dia datang ke Sinai pada tahun 2003. Wow! Itu sudah lama sekali. Waktu itu saya masih SMP. Ia bercerita banyak hal, terutama tentang pentingnya traveling.

Pemandangan Sepanjang Perjalanan Menuju Saint Catherine
Sepanjang Jalan Kita Akan Disuguhi Pemandangan Bukit Berbatu nan Gersang
Selamat Datang di Kota Saint Catherine

Mendaki Gunung Sinai, Gunung Suci Bagi Tiga Agama

Pukul 21.00 kami sampai di kota Saint Catherine. Perjalanan yang cukup panjang menggunakan mobil sedan ini. Belum lagi sepanjang perjalanan si sopir mengantuk. Hampir saja mobil menabrak batu yang berada di pinggir jalan. Menerjang jalan berlobang yang tak kasat mata karena kondisi perjalanan sudah malam. Alhamdulillah kami sampai dengan selamat.

Pukul 1.00 dini hari kami mulai mendaki. Pendakian dimulai pada dini hari supaya kami bisa melihat sunrise di Mount Sinai. Bagi kalian yang sudah biasa mendaki, track di gunung Sinai sebenarnya bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam. Track nya berbentuk jalan berbatu, kanan kiri berupa tebing jurang batu. Tidak ada mata air. Total sampai ke puncak ada 5 pos. Dan di setiap pos menjual air dan makanan. So, don’t worry. Jangan takut kelaparan atau kehabisan air. Bahkan Indomie Cup pun ada.

Untuk mendaki gunung Sinai, kita diwajibkan menyewa pemandu. Bukan karena kondisi track-nya yang berbahaya namun lebih kepada pembukaan lapangan kerja bagi penduduk kota Saint Catherine. Ya, sebagian besar penduduk kota Saint Catherine memang menggantungkan sebagian penghidupannya dari wisata Gunung Sinai ini.

Kami tiba tepat waktu di puncak Mount Sinai. Pukul 4.00 pagi kami sampai di atas puncak. Bulan ini adalah akhir musim dingin di Egypt. Jadi jangan heran suhu udaranya amat dingin. Pastikan kalian memakai jaket dan sepatu tebal atau kalian akan menggigil. Saran lain dari saya, datang mendakilah pada bulan Januari atau Februari, akan kalian jumpai salju di sepanjang perjalanan menuju puncak. Rajin-rajin saja baca info di internet mengenai turunnya salju ini.

Pemandanga dari Pos 3 Jalur Pendakian Gunung Sinai
Jalur Turun dari Puncak Gunung
Sunrise di Gunung Sinai
Pemandangan Setelah Sunrise

Mount Sinai begitu menentramkan, itu yang saya rasakan ketika pertama kali sampai di puncaknya. Orang-orang yang ramah di sepanjang perjalanan, kondisi pegunungan berwarna cokelat yang nyaris tanpa pepohonan, serta pemandangan yang sungguh indah ketika sunrise. Menurut saya, Gunung Sinai adalah salah satu gunung yang wajib didaki selama kita hidup.

Di kota Saint Catherine, banyak lokasi wisata yang bisa kalian kunjungi, diantaranya:

  1. Mount Sinai
  2. Gereja Greek Orthodox Chapel di puncak Gunung Sinai
  3. Masjid kecil di puncak Gunung Sinai
  4. Saint Catherine’s Monastery
  5. Makam Nabi Harun
  6. Makam Nabi Sholeh
  7. Relief patung sapi samiri yang berada di tebing gunung

Bagi yang ingin berkunjung ke Sinai, Saint Catherine khususnya, boleh berdiskusi dengan saya. Kirim saja email ke: rohmatsyahru@gmail.com atau kunjungi facebook saya: www.facebook.com/rohmatsyahru

Salam.

4 Comments


  1. Hebat Mas sudah menginjakkan kaki di tempat Nabi Musa dulu pernah meninggalkan jejak. Salah satu gunung yang dipercaya oleh tiga agama dalam kesuciannya. Semoga suatu saat saya pun sampai di sini. Amin

    Reply

    1. Iya Mba. Kalau ke Mesir, wajib hukumnya mampir ke Sinai. Bisa ziarah ke makam Nabi Sholeh, Nabi Harun, dan tentu saja naik ke Jabal Musa/Mount Sinai. Lokasinya pun dekat dari Cairo, perjalanan darat hanya sekitar 10-12 jam saja.

      Reply

  2. Wow, Mesir! Gunung Sinai keren sangad euy! Bentar-bentar, cek tabungan, cek hari libur, cek paspor. Haha, masukin wishlist dulu deh ini 🙂

    Reply

Leave a Reply