Masjid di Mesir

15 Tempat Wisata di Kairo yang Wajib Kamu Kunjungi

Tempat wisata di Kairo ada banyak sekali. Tempat-tempat ini tidak akan cukup bila kita kunjungi dalam waktu 2-3 hari. Harus kita siapkan waktu khusus, 1 minggu misalnya untuk mengunjungi seluruh tempat wisata di Kairo ini.

Kairo sendiri adalah sebuah kota metropolitan. Kalau di Indonesia ya seperti kota Jakarta. Greater Kairo terbagi menjadi 2 kota besar yaitu Giza dan Kairo. Giza yang berada di sisi barat sungai Nil adalah lokasi dimana piramida dan sphinx berada. Sedangkan Kairo yang berada di pesisir timur Sungai Nil menyimpan banyak peninggalan berupa masjid, gereja, sinagog, benteng, dan lainnya.

Apa saja tempat wisata di Kairo tersebut? Ayo kita ulik satu-satu.

1. Piramida dan Sphinx di Giza

Piramida dan Sphinx di Giza adalah tujuan wisata utama ketika seseorang datang ke kota Kairo. Dunia memang mengenal Kairo dan Mesir dengan piramida dan sphinx-nya.

Di area ini terdapat 3 piramida utama. Ada juga piramida-piramida kecil di sekitarnya. Dan tentu saja patung singa berkepala manusia. Kamu wajib ambil foto di depannya.

Saya sarankan kamu sewa kuda lalu berkeliling piramida. Spot paling oke untuk ambil foto di area piramida adalah spot ini. Tempat wisata di Kairo yang ini adalah menu wajib yang harus kamu nikmati.

Piramida Giza di Mesir Wajib Kamu Kunjungi

Naik unta atau dokar di sekitar piramida layak kamu coba

2. Piramida Djoser di Saqara

Piramida Djoser adalah salah satu piramida yang berada di luar Kairo. Kurang lebih jaraknya 45 menit dari piramida Giza. Tempatnya cukup terpencil. Jadi kita harus melewati kampung penduduk dan kebun kurma, lalu agak naik ke atas bukit. Lalu barulah kita sampai ke sebuah dataran agak tinggi dimana komplek Piramida Djoser ini berada.

Kalau mau kesini, saya sarankan datang pagi-pagi ketika kondisi udara masih agak sejuk. Kalau sudah di atas jam 10.00 pagi akan terasa sekali panasnya. Memang palik enak pergi ke piramida itu pagi hari. Energi masih full dan memang kompleknya luas banget.

Piramida Djoser di Saqqara, Piramida Lain di Mesir yang Wajib Dikunjungi

Berfoto bersama di komplek piramida Djoser
Berfoto bersama di komplek piramida Djoser

3. Egyptian Museum di Tahrir

Tempat wisata di Kairo yang satu ini adalah sebuah museum. Berada di Tahrir Square, Egyptian Museum mudah sekali untuk dijangkau. Naik mobil pribadi, naik taksi, bus ataupun Metro Kairo, tinggal cari saja gedung bercat warna merah bata ini.

Harga tiket masuknya pun relatif murah, cuma 60 EGP saja. Kalau mau masuk melihat mumi Tuthankhamun harus merogoh kocek lagi sebanyak 100 EGP. Tapi it’s worthed. Koleksinya lengkap dari jaman Mesir kuno, jaman Ptolemus, hingga jaman Alexander The Great.

Jalan-jalan ke Egyptian Museum di Kairo

ruang utama egyptian museum
ruang utama egyptian museum

4. Masjid Al Azhar

Masjid Al Azhar adalah masjid tertua kedua setelah Masjid Amr Ibn Al As. Terletak di kawasan Kantor Pusat Al Azhar, Khan El Khalili dan Muizz Street. Masjid ini wajib kamu kunjungi ketika kamu berada di Kairo.

Terakhir ke sana masjid tersebut masih dalam tahap renovasi. Sedang dibangun tempat wudhu dan toilet baru. Pada beberapa bagian juga sedang diadakan pemugaran. Dibangun pada tahun 900-an M tentu saja saat ini banyak bagian-bagian masjid yang memang perlu diperbaiki dan diremajakan.

Masjid Al Azhar di Kairo, Mesir
Masjid Al Azhar di Kairo, Mesir

5. Masjid Hussein

Masjid Hussein terletak di dekat Masjid Al Azhar. Boleh dibilang masjid ini berada di sebarang jalannya. Masjid ini mudah kita temukan karena ada payung peneduh berukuran besar mirip payung masjid di Masjid Nabawi Madinah.

Selain masjid kita bisa juga sekalian ziarah ke makam Imam Husein. Salah satu cucu Nabi Muhammad SAW yang wafat ketika peristiwa di Karbala.

Masjid Hussein di Kario
Masjid Imam Hussein di Kairo yang lokasinya dekat Masjid Al Azhar dan Khan El Khalili
Masjid Imam Hussein di Kairo yang lokasinya dekat Masjid Al Azhar dan Khan El Khalili

6. Khan El Khalili

Khan El Khalili adalah kawasan perbelanjaan tradisional di pusat kota Kairo. Di sinilah kami para perantau, baik mahasiswa, pekerja migran atau karyawan perusahaan yang sedang berkunjung ke Kairo mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Ada banyak toko di Khan El Khalili. Segala macam hal ada. Kaos, gantungan kunci, tempelan kulkas, jam dinding, kerajinan tangan dari logam, kaca, kayu, kaligrafi, dll. Baik itu yang berbentuk piramida, sphinx atau patung-patungan firaun juga ada. Pintar-pintarlah dalam menawar harga. Jangan ragu untuk meninggalkan toko kalau ia menawarkan barang dengan harga mahal. Masih banyak toko lainnya.

muizz-street-always-crowded
Muizz Street Yang Selalu Ramai
Khan el Khalili Bazaar di Kairo
Khan el Khalili Bazaar di Kairo

7. Muiz Street

Dari Masjid Al Azhar, Masjid Imam Husein, lalu ke Khan el Khalili maka selanjutnya kita mengunjungi sebuah jalan bernama Muizz Street. Ini adalah salah satu jalan bersejarah di kota Kairo. Di sini ada banyak sekali peninggalan berupa masjid, tempat mengaji, tempat mengambil air minum dan sebagainya dari tahun 1000an masehi.

Saking eksotisnya tempat ini, rugi kalau kamu pergi ke sini tanpa membawa kamera digitalmu. Minimal kamera handphone. Apalagi sekarang lagi tren yang namanya membuat video untuk diunggah di Youtube.

Di kanan kiri Muizz Street ada banyak penjual cindera mata dan penjual makanan kecil. Cocok juga untuk kamu yang ingin cuci mata. Bagi yang bercita-cita mencari pasangan hidup gadis Mesir, tempat ini layak kamu kunjungi siapa tahu ada yang nyantol.

Street Painter in the Muizz Street
Pelukis di Depan Kantor Pos
Masjid Al Hakim near Bab el Futuh
Masjid Al Hakim di Dekat Bab el Futuh

8. Masjid dan Benteng Mohamed Ali Pasha

Benteng dalam bahasa Arab artinya Qala’ah. Orang Mesir pun lebih kenal dengan istilah Qala’ah. Masjid dan benteng Mohamed Ali Pasha ini dibangun pada masa kesultanan Mohamed Ali Pasha. Kala itu Mesir adalah bagian dari kesultanan Ottoman. Jadi jangan heran kalau bentuk masjid dan menara masjidnya berbentuk seperti masjid-masjid di Turki.

Benteng Mohamed Ali Pasha dibangun di atas sebuah bukit yang namanya bukit Muqattam. Tempat ini sangat strategis karena pihak militer kala itu bisa melihat dan memonitor keadaan kota Kairo secara keseluruhan. Dari atas benteng kita bisa melihat Masjid Sultan Hassan dan Sungai Nil di kejauhan.

Berpose di depan Masjid Mohamed Ali di Kairo
Berpose di depan Masjid Mohamed Ali di Kairo

9. Masjid Imam Syafi’i

Kalau ingin mengunjungi Masjid Imam Syafi’i kita harus berkendara melewati Al Azhar Park. Saya kalau kesana naik angkot akan minta turun di Masjid Sayida Aisha. Lalu tinggal jalan kaki saja menuju Masjid Imam Syafi’i.

Perlu teman-teman ketahui bahwa Masjid Imam Syafi’I memang masjid yang dibangun oleh salah satu Imam dari 4 mazhab yaitu Imam Syafi’i. Makam Imam Syafi’i pun berada 1 atap dengan masjid ini. Jadi selain sholat wajib di masjid kita juga bisa sekalian ziarah ke makam Imam Syafi’i.

Ziarah ke Masjid dan Makam Imam Syafi’i di Kairo

makam-imam-syafie
Makam Imam Syafie
Map Masjid Imam Syafie
Map Masjid Imam Syafie

10. Masjid Amr Ibn Al As

Masjid Amr Ibn Al As adalah masjid pertama yang dibangun di benua Afrika. Di lokasi masjid inilah dulunya Amr Ibn Al As membangun tenda ketika hendak menaklukan kota Kairo. Dan setelah menang, di tempat itu pula ia membangun masjid. Saat ini tempat ini lebih dikenal dengan nama Misr Al Qadimah atau Old Cairo.

Masjid Amr Ibn Al As memiliki nilai arsitektur yang amat tinggi. Tempat wudu yang lama pun masih ada hingga sekarang. Namun sayangnya sudah tidak dipakai lagi. Biasanya untuk foto-foto saja.

Berkunjung ke Masjid Amr Ibn Al As, Masjid Pertama di Benua Afrika

Membaca Al Qur'an di Masjid Amr Ibn Al As
Membaca Al Qur’an di Masjid Amr Ibn Al As
Bagian dalam Masjid Amr Ibn Al As di Kairo, Mesir
Bagian dalam Masjid Amr Ibn Al As di Kairo, Mesir

11. Gereja Gantung Mar Girgis dan Synagog Ben Ezra

Gereja Gantung Mar Girgis dan Synagog Ben Ezra terletak di kawasan Kairo Lama atau biasa dikenal dengan nama Old Cairo atau Al Qahira Al Qadimah. Tempat ini adalah tempat pertama kali Amr Ibn Al As datang dari Tanah Haram untuk menaklukan kota Kairo.

Tempat ini tidak jauh dari Masjid Amr Ibn Al As. Bisa juga ditempuh dengan naik Metro dari stasiun kereta listrik Ramses. Nanti turun di stasiun Mar Girgis. Keluar stasiun sudah berada tepat di pintu masuk kawasan Gereja Gantung Mar Girgis dan Synagog Ben Ezra.

Kenapa disebut Gereja Gantung?

Ada satu bagian gereja yang runtuh lalu dibangunlah gereja yang lain di atasnya. Jadi bentuknya seperti lebih tinggi dari kondisi tanah di sekitarnya. Maka dari itu disebut gereja gantung.

Apakah betul di tempat ini ada sinagog?

Ya betul, di tempat ini terdapat sinagog. Sinagog adalah tempat ibadah orang Yahudi. Namun saat ini sinagog ini sudah tidak dipakai lagi. Otoritas Mesir sudah melarang aktifitas ibadah dan agama Yahudi di negara Mesir.

Ziarah ke Gereja Mar Girgis dan Sinagog Ben Ezra

Gereja Saint George di Old Cairo
Gereja Saint George di Old Cairo

12. Gereja Saint Simon atau Gereja Sampah

Disebut sebagai Gereja Sampah karena lokasinya berada di sebuah perkampungan yang mayoritas warganya berprofesi sebagai pengumpul, pedagang, dan pendaur ulang sampah.

Masuk ke sini harus pakai mobil sendiri atau naik taksi. Tidak ada kendaraan umum menuju gereja ini. Tempatnya pun berada di atas bukit. Dari jalan raya agak naik sedikit menuju kampung dengan jalan yang lumayan sempit. Kurang lebih 20 menit akan sampai ke Gereja Saint Simon.

Yang unik dari gereja ini adalah gerejanya berada di sebuah gua. Ada dua (2) gereja utama. Yang pertama berada di sebelah kiri. Ukurannya besar sekali. Ada pahatan alami berupa lukisan Bunda Maria. Lukisan di batu ini murni tercipta secara alami ketika memahat batu, lalu ketika batu runtuh yang ada adalah lukisan Bunda Maria dan Yesus.

Gereja yang satunya berada di sebelah kanan. Letaknya di sebelah gua juga. Pada hari Minggu biasanya tempat ini ramai. Gereja ini biasa dipakai oleh umat Kristen Koptik. Mayoritas orang Kristen di Mesir memang menganut Koptik.

Gereja Saint Simon di Bukit Muqattam, Kairo, Mesir
Gereja Saint Simon di Bukit Muqattam, Kairo, Mesir

13. Masjid Sultan Hassan dan Masjid Ar-Rifa’i

Ada yang bilang bahwa Masjid Sultan Hassan dan Masjid Ar-Rifa’I adalah masjid kembar. Dari kejauhan masjid ini memang terlihat kembar. Baik dari segi besar dan tingginya, warnanya serta bentuk menaranya.

Saya paling senang mengunjungi masjid ini ketika hari Jumat sekalian sholat Jumat di masjid ini. Pada waktu selain hari Jumat, kalau kita mau masuk ke masjid ini, terutama untuk turis, kita akan dikenakan biaya masuk. Tapi kalau hari Jumat, Free.

Masjidnya adem dan menenangkan.

Kalau mau Jumatan ke masjid ini, datang agak awal ya. Biar dapat saf terdepan.

tempat wisata di kairo - masjid sultan hassan
Masjid Sultan Hassan di Kairo

14. Al Azhar Park

Al Azhar Park dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Atas inisiatif dari … tempat ini disulap menjadi sebuah taman. Dari kejauhan kita bisa melihat Al Azhar Park berwarna kehijauan penuh dengan tanaman dan pepohonan.

Tiket untuk masuk Al Azhar Park sebesar 5 EGP. Entah sekarang mungkin sudah naik. Kita bisa jalan-jalan menikmati udara yang segar. Paling asik kalau jalan-jalan rame-rame bersama teman-teman. Lalu gelar tikar di bawah pohon dan makan bersama.

Di puncak Al Azhar Park terdapat sebuah teropong. Dari teropong ini kita bisa melihat pemandangan kota Kairo secara keseluruhan. Lokasi Al Azhar Park memang berada di sebuah bukit. Dari sini kita bisa melihat Sungai Nil dan Masjid Ali Pasha.

Al Azhar Park di Kairo, di Kejauhan Nampak Masjid Mohamed Ali Pasha
Al Azhar Park di Kairo, di Kejauhan Nampak Masjid Mohamed Ali Pasha
Piknik di Al Azhar Park, Cairo, Mesir
Piknik di Al Azhar Park, Cairo, Mesir

15. Nile Corniche

Nile Corniche adalah tempat favorit saja pada akhir pekan untuk menghabiskan waktu dengan jogging. Saya memang biasa ikut event lari pagi bersama Cairo Runners. Dari sinilah saya biasanya mendapat banyak kawan.

Pada pagi hari kondisi udaranya masih sejuk. Jadi enak untuk lari pagi. Apalagi ditambah dengan pemandangan Sungai Nil yang biru.

Di sore hingga malam hari Nile Corniche akan penuh dengan muda-mudi yang nongkrong asik bersama teman-temannya. Bakal makin seru lagi kalau kamu naik perahu sambil berkeliling Sungai Nil.

Kalau kamu sedang berbulan madu, kamu wajib ajak pasangan kamu ke restoran perahu yang ada di pinggir Sungai Nil. Restoran dan hotel juga berjejer di pinggir jalan. Restoran kaki lima dan bintang lima tinggal pilih saja.

Berlibur di Sungai Nil di Akhir Pekan

Naik perahu keliling kota Cairo
Naik perahu keliling kota Cairo

16. Pharaonic Village

Kalau kamu mau melihat bagaimana orang Mesir kuno melakukan kehidupan sehari-hari mereka, maka kamu harus datang ke Pharaonic Village. Terletak di sebuah pulau di tengah Sungai Nil, tempat ini semacam Taman Mini Indonesia Indah-nya Mesir.

Melihat atraksi membangun piramida, membuat papirus, membuat mumi, menumbuk gandum dan membuat roti serta berbagai kegiatan lainnya.

Ada banyak program yang bisa diikuti. Apakah cuma ingin mengunjungi museum di dalamnya, berkeliling pulau dengan menggunakan kapal, terserah kita. Pilihan bahasanya pun banyak. Ada bahasa Arab, bahasa Cina, dan bahasa Inggris. Kurang tahu sekarang. Saya pergi ke sana tahun 2015 soalnya.

Pharaonic Village adalah tempat untuk melihat bagaimana cara orang Mesir Kuno hidup
Pharaonic Village adalah tempat untuk melihat bagaimana cara orang Mesir Kuno hidup
Naik kapal keliling Pharaonic Village, Kairo
Naik kapal keliling Pharaonic Village, Kairo

Tentu masih banyak tempat wisata di Kairo yang lain yang belum saya sebutkan. Soalnya banyak sekali. Tak cukup satu artikel ini untuk menuliskan semuanya. Mungkin lain waktu akan saya tulis bagian duanya.

Leave a Reply