Jalan-jalan ke Egyptian Museum Cairo

ruang utama egyptian museum

Jalan-jalan ke Egyptian Museum Cairo adalah pengalaman terlupakan waktu saya tinggal di Egypt. Egyptian Museum dikenal juga dengan nama The Museum of Egyptian Antiquities. Secara umum dikenal dengan nama Egyptian Museum atau Museum Cairo. Museum ini berada di Tahrir Square, dekat dengan Nile Corniche. Tempat ini mudah sekali dijangkau karena berada di pusat kota Cairo. Belum lengkap rasanya kalau kamu pergi ke Cairo namun tidak mengunjungi museum bersejarah ini.

Museum ini dibangun pada tahun 1901. Arsiteknya adalah orang Italia bernama Garozzo-Zaffarani. Egyptian Museum sendiri telah dibangun sejak tahun 1835 namun karena bencana alam, banjir, dan sebagainya, maka dibuatlah bangunan baru seperti yang bisa kita kunjungi sekarang.

Jalan-jalan ke Egyptian Museum Cairo
Jalan-jalan ke Egyptian Museum Cairo (Image by Wikipedia)

Cara menuju Egyptian Museum

Jalan-jalan ke Egyptian Museum Cairo bisa ditempuh dengan banyak alternatif jalan. Paling mudah ya naik mobil atau taksi. Tinggal cari lokasinya lewat Google Maps. Saya yakin cara ini tidak akan ada masalah. Hanya saja harus pintar memilih jalan mana yang tidak macet. Terutama akhir pekan, jalanan di kota Cairo macetnya bisa mengalahkan Jakarta.

Cara kedua yaitu naik bus dengan jurusan Mahatah Tahrir atau terminal Tahrir. Bagi mahasiswa dari Indonesia atau Malaysia yang tinggal di Hay Al ‘Ashir, Hay Tamin, dan sekitarnya kita bisa naik bus biru atau bis tanggung seukuran metro mini jurusan Tahrir. Begitu turun di terminal, tinggal jalan kaki saja menuju museum ini. Cuma sekitar 5 menit saja jalan kaki. Lokasinya memang berada persis berseberangan dengan terminal bus Tahrir.

Cara ketiga yaitu dengan cara naik Metro atau kereta listrik. Metro bisa dinaiki dari stasiun kereta Ramses atau dari stasiun kereta listrik manapun. Lalu cari yang jurusan Tahrir. Nanti tinggal turun saja di sana. Stasiun kereta Tahrir berada di bawah tanah. Begitu turun dari kereta, tinggal naik saja ke atas. Egyptian National Museum mudah dikenali.

Kondisi jalanan di kota Cairo
Kondisi jalanan di kota Cairo (Image by Pixabay)

Harga tiket masuk Egyptian Museum

Harga tiket masuk Egyptian Museum beraneka ragam. Untuk tiket reguler harganya adalah 60 EGP, untuk pelajar dan mahasiswa sebesar 60 EGP.

Sebelum masuk museum kita akan melewati sebuah pintu security. Kita akan diperiksa melalui alat metal detector. Isi tas juga biasanya akan diminta diperlihatkan oleh pihak keamanan. Ditanya juga membawa kamera atau tidak. Di dalam museum kita memang dilarang melakukan foto-foto terutama menggunakan kamera digital. Kalau kamera dari handphone masih diperbolehkan.

Begitu melewati pintu keamanan kita bisa melakukan foto-foto di depan museum yang memiliki tinggi 2 lantai ini. Bangunannya adalah bangunan tua peninggalan koloni Inggris. Mesir adalah bekas koloni Inggris, bersama dengan Sudan.

Baca juga tulisan saya tentang Sudan >> Berkunjung ke Sudan National Museum

Gate of Sudan National Museum
Gate of Sudan National Museum

Koleksi Egyptian Museum

Koleksi yang dimiliki oleh Egyptian Museum sangat beragam. Kalau dikutip dari Wikipedia, koleksinya mencapai 120.000 item. Beberapa koleksi ditampilkan di etalase dan sebagian disimpan di ruang penyimpanan.

Koleksi yang ada berupa patung-patung dari jaman Mesir Kuno. Yang paling terkenal adalah The Gold Mask of Tutankhamun. Koleksi ini memiliki berat 11 kg yang terbuat dari emas murni. Koleksi yang lain yang cukup terkenal yaitu The Grave Mask of king Amenemope dari dinasti 21, patung Thutmose III, dan topeng dari mummi Psusennes I.

Patung emas Firaun Tuthankhamun di Egyptian Museum
Patung emas Firaun Tuthankhamun di Egyptian Museum (Image by Wikipedia)

Egyptian Museum adalah museum terbesar yang menyimpan koleksi peninggalan Mesir kuno. Museum ini berpindah beberapa kali. Dari awalnya dibangun pada tahun 1835 di dekat Ezbekeyah Garden hingga kemudian berpindah-pindah tempat hingga sekarang menetap di Tahrir Square sejak tahun 1902.

Mumi Firaun di Egyptian Museum

Ada satu koleksi museum yang sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Apa itu? Yaitu mumi firaun Tutankhamun. Untuk melihat mumi ini, kita harus membayar lagi tiket sebesar 100 EGP. Ruangannya juga khusus. Harus lewat pintu khusus.

Selain mumi firaun, ada juga mumi anak-anak, mumi binatang, dan lain sebagainya. Ada banyak sekali koleksi mumi di Egyptian Museum.

Mumi di Egyptian Museum
Mumi di Egyptian Museum

Oleh-Oleh dari Egyptian Museum

Mengunjungi Egyptian Museum belum lengkap rasanya kalau belum membeli cindera mata. Cindera mata yang dijual berada di sebuah bangunan terpisah dari museum. Kita bisa mengunjungi tempat ini. Lokasinya berada persis di depan pintu keluar museum.

Waktu saya pergi jalan-jalan ke Egyptian Museum Cairo, saya membeli cindera mata berupa buku bacaan berbahasa Inggris, kartu pos, dan beberapa pembatas buku. Ada juga cindera mata berupa gantungan kunci, tempelan kulkas, patung firaun dari batu beraneka bentuk dan ukuran, serta papirus.

Selesai dari Egyptian Museum kita bisa berjalan kaki menuju Nile Corniche. Nile Corniche adalah tempat di tepi sungai Nil yang kalau kita datangi waktu sore hingga malam hari, tempat ini sangat ramai. Kita bisa melihat indahnya matahari terbenam dari tempat ini. Kalau kamu membawa pasangan, kamu bisa mengajak pasangan kamu naik kapal dan berkeliling sungai Nil.

Naik perahu keliling kota Cairo
Naik perahu keliling kota Cairo

Ada atraksi wisata lain yang saya sarankan harus kamu kunjungi kalau sudah berada di Nile Corniche. Apa itu?

Melihat Belly Dancer alias Tari Perut

Saya sarankan banget untuk melihat atraksi ini. Bukan bermaksud porno atau kurang ajar tapi memang atraksi ini memang hanya ada di Cairo. Dengan membayar biaya sebesar 300 EGP kita akan diajak jalan-jalan menggunakan kapal besar seukuran kapal pesiar mengelilingi sungai Nil. Kita akan dijamu dengan menu makan malam super enak dan porsi besar.

Nah, begitu kita makan, maka si belly dancer ini biasanya akan keluar. Penari belly dancer adalah seorang wanita. Ia akan menari meliuk-liuk mengikuti irama musik yang dimainkan oleh beberapa orang pemain musik. Kita boleh mengambil fotonya, mengambil video, bahkan ketika acara sudah selesai kita boleh berfoto bersama dengan si belly dancer. Tapi dilarang sekali untuk berbuat senonoh dengan si penari. Bisa ditangkap polisi kamu.

Adik kecil ikut menari bersama belly dancer
Adik kecil ikut menari bersama belly dancer

Selain belly dancer ada satu lagi penari sufi. Penari ini akan muncul setelah sesi belly dancer. Jadi memang ada dua (2) sesi. Sesi pertama adalah belly dancer selama kurang lebih 1 jam dan sesi kedua adalah tari sufi yang lamanya juga sekitar 1 jam. Jadi total tarian yang kita nikmati sekitar 2 jam. Total perjalanan yang ditempuh untuk berkeliling Sungai Nil kurang lebih 2.5 jam. Perjalanan dimulai pukul 20.00 dan berakhir pukul 22.30.

Biasanya kita naik nile cruise dari daerah Ma'adi
Biasanya kita naik nile cruise dari daerah Ma’adi

Selain mengunjungi Egyptian Museum, saya sarankan juga untuk mengunjungi obyek wisata lain di Cairo. Cairo adalah kota yang kaya akan tempat wisata. Mulai dari masjid, gereja, kuil, museum, bahkan mall.

Beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi antara lain:

>> Nongkrong di Pinggir Sungai Nil

>> Masjid Amr Ibn Al As di Cairo

>> Tempat Wisata di Old Cairo

>> Muiz Street di Dekat Masjid Al Azhar

Kalau kamu berkunjung ke Cairo pada awal tahun, kamu bisa berkunjung ke Cairo International Book Fair. Salah satu ajang pameran buku international terbesar di dunia. Kedua terbesar setelah Berlin International Book Fair. Kamu bisa baca ceritaku tentang Cairo International Book Fair pada link berikut ini.

Selamat menikmati kota Cairo. Selamat jalan-jalan dan menikmati hidup.

Nikmati perjalananmu di kota Cairo
Nikmati perjalananmu di kota Cairo

Leave a Reply